Jateng

Harga Beras di Pasar Tradisional Blora Masih Tinggi, Stok Mulai Menipis

×

Harga Beras di Pasar Tradisional Blora Masih Tinggi, Stok Mulai Menipis

Sebarkan artikel ini
pasar tradisional blora
Suasana sebuah pasar tradisional di Blora, Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Harga beras di pasar tradisional Blora terus menunjukkan tren kenaikan. Sudah hampir sebulan, harga beras tetap melambung tinggi, membuat resah para pedagang pedagang.

Di Pasar Rajawali, harga beras saat ini dijual di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram. Beberapa pedagang bahkan menawarkan harga hingga Rp 15.000 per kilogram. Yang naik itu beras jenis Serang dan jenis Mapan.

Penyebab kenaikan harga ini tidak hanya karena faktor permintaan yang tinggi, tetapi juga oleh mulai menipisnya stok beras di pasaran.

BACA JUGA: Dukung Program GeMAR, 98 BUMDes/Desa di Blora Bakal Peroleh Pinjaman Dana Pertanian PT. ANTaM

Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya pedagang yang mengaku bahwa stok di tempat penggilingan beras mulai kosong. “Diselepan (penggilingan padi) mana mana kosong. Padi sulit,” kata Ririn penjual beras.

Para pedagang berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi ini. “Kami khawatir jika harga beras terus melambung, akan semakin sulit bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ujar Ririn,

Senada dengan Ririn, Sasih, pedagang lainnya juga merasa resah. “Kami berharap ada intervensi dari pemerintah agar harga dapat stabil dan stok dapat terpenuhi.”ungkapnya.

BACA JUGA: Luncurkan Gastra, Pemkab Blora Ajak ASN Sholat Subuh Berjamaah hingga Sedekah Infaq

Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi, penyelesaian yang cepat dan efektif sangat penting untuk memastikan ketersediaan beras dan kestabilan harga di pasaran. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp