Jateng

Harga Pertamax Naik, Warga Sebut Memberatkan dan Beban Pengeluaran Kian Bertambah

×

Harga Pertamax Naik, Warga Sebut Memberatkan dan Beban Pengeluaran Kian Bertambah

Sebarkan artikel ini
spbu
Ilustrasi SPBU. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Berbagai reaksi atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per 10 Juni 2026 diungkapkan sebagian warga Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ada raksi kaget karena ketidaktahuan atas kebijakan kenaikan harga tersebut, ada juga warga yang mengaku berat karena beban pengeluarannya kini semakin bertambah.

Sebagai informasi, Pemerintah memberlakukan kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax, yang berlaku mulai 10 Juni 2026 di seluruh jaringan SPBU.

Berdasarkan daftar harga resmi dari Pertamina, harga BBM jenis Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter atau mengalami kenaikan hingga Rp 3.950 per liter.

Farah Ilhami Pratiwi (39) mengaku tidak tahu harga Pertamax naik mulai hari ini. Ia juga menyebut kenaikan hampir Rp 4.000 per liter menurutnya cukup terasa bagi pengeluaran sehari-hari.

BACA JUGA: Harga BBM Pertamina Resmi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

Artinya kebutuhan BBM untuk mendukung aktivitas hariannya sekarang menjadi bertambah. Jika sebelumnya Rp 40 ribu sudah bisa memenuhi tangki Honda Scoopy-nya, sekarang tidak.

Harus nambah pengeluaran lagi apabila ingin mengisi penuh tangki BBM sepeda motornya. “Dengan harga Pertamax sekarang mungkin Rp 50 ribu juga kurang,” jelasnya, Rabu siang.

Dengan adanya kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter ini, Farah mengaku cukup memberatkan. Karena pengeluarannya semakin bertambah.

Walaupun harganya naik, Pertamax tetap dibelinya, karena banyak yang bilang kualitasnya lebih bagus untuk menjaga keawetan mesin, daripada BBM jenis Pertalite.

Namun ia juga berharap Pemerintah dapat menjaga stabilitas harga BBM agar tidak naik lagi atau syukur- syukur harganya bisa turun kembali. “Sehingga tidak semakin membebani masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA: BBM Nonsubsidi Naik Bikin Pemilik Fortuner Cemas, Organda Semarang Khawatir Pengguna Beralih Solar Subsidi

Sementara itu, Diana (54), warga, Sebantengan, Ungaran juga menilai kenaikan harga BBM jenis Pertamax kali ini cukup memberatkan pengeluarannya.