BLORA, beritajateng.tv – Kenaikan harga tepung terigu mulai membebani pelaku usaha kue rumahan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Lonjakan harga bahan baku membuat perajin harus menaikkan harga jual produk agar tetap bisa menutup biaya produksi.
Salah satu perajin kue di Dusun Dumpul, Desa Kamolan, Sudartik, mengatakan, harus memutar strategi agar usahanya tetap bertahan di tengah kenaikan harga tepung terigu.
Dia terpaksa menaikkan harga sejumlah produknya. Kue bolen yang sebelumnya dia jual Rp2.500 per buah kini menjadi Rp3 ribu. Sementara bolang-baling kemasan satu kardus berisi delapan buah dia jual Rp10 ribu.
BACA JUGA:Pedagang Pasar Johar Bantah Tolak Toko Kue Gambang, Sebut Isu Viral Tidak Benar
“Penggunaan tepung ada penurunan. Sebelumnya perhari 60 sak, sekarang hanya 50 sak. Ini terjadi sejak tiga bulan belakangan ini,” katanya, Sabtu, 7 November 2026.
Sudartik bilang, telah menjalankan usaha pembuatan kue bolen dan bolang-baling selama sekitar tiga tahun. Dalam sehari, dia membutuhkan hampir 100 kilogram tepung terigu untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Harga Tepung Melonjak Rp23 Ribu
Kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar membuat kenaikan harga tepung cukup berdampak terhadap biaya operasional usahanya.
Harga tepung terigu yang sebelumnya Rp215 ribu per karung kini naik menjadi Rp238 ribu per karung. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp23 ribu untuk setiap karung.
“Dengan naikmya harga tepung, yang pertama harus menghitung harga jual. Karena kalau tetap menjual harga lama itu tidak bisa. Yang kedua inovasi produk, artinya tidak hanya satu produk untk menyiasatinya,” kata Sudartik.
BACA JUGA: Kreatifnya Warga Samin Sambongrejo Blora, Olah Uwi dan Talas jadi Kue Bernilai
Kondisi tersebut membuat para perajin harus menyesuaikan perhitungan biaya produksi agar usaha tetap berjalan. Di sisi lain, kenaikan harga jual juga perlu mempertimbangkan daya beli konsumen.
Sudartik berharap pemerintah bekerja untuk menstabilkan harga tepung terigu. Pasalnya, bahan baku tersebut menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang produksi makanan. (*)
Editor: Diaz A Abidin





