SEMARANG, beritajateng.tv – Mantan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi telah mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur (Cagub) Provinsi Jawa Tengah di Panti Marhaen, Kota Semarang, Kamis 30 Mei 2024 pagi.
Pantauan beritajateng.tv, Hendi, sapaan akrabnya, tiba pukul 10.15 WIB. Pihaknya pun turut membawa rombongan saat mengembalikan formulir.
Istrinya, Krisseptiana beserta dua orang anak Hendi tampak mendampingi Hendi saat menyerahkan formulir pendaftarannya. Tak hanya itu beberapa tokoh DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Semarang seperti Kadar Lusman alias Pilus juga tampak mendampingi Hendi.
Kepada awak media, Hendi memohon maaf lantaran sebelum pengambilan formulir ia mengaku tak ada niatan maju Pilgub Jawa Tengah 2024.
“Saya mohon maaf, beberapa kali saya ditanya, saya bilang tidak. No comment mulu, karena memang saya belum memantapkan hati, belum berpikir secara lebih menyeluruh,” ujar Hendi saat jeda acara.
BACA JUGA: Pendaftaran Cagub-Cawagub: Bambang Pacul dan Hendi Ambil Formulir? Ini Kata PDIP Jateng
Hendi pun menyebut alasannya memantapkan hati untuk mengambil formulir Cagub Jawa Tengah 2024 melalui PDI Perjuangan.
Menurut pengakuannya, pengambilan formulir itu ia lakukan setelah merenung dan berdiskusi dengan matang.
“Saya sudah membulatkan tekad, saya mantap. Bismillah, mohon dukungan dan doa. Mudah-mudahan partai memberikan kepada saya, surat rekomendasi sebagai cagub di kontestasi Pilgub Jateng,” sambungnya.
Hendi mengaku tak pernah buat survei dan belum buat tim sukses
Nama Hendrar Prihadi selalu masuk tiga besar dalam survei Pilgub Jawa Tengah 2024-2029. Menariknya, Hendi mengaku tidak pernah melakukan survei maupun membentuk tim sukses.
“Jujur, sampai hari ini saya belum bentuk tim dan belum pernah survei. Justru survei kemarin itu adalah informasi dari media massa. Saya tidak ngerti, tapi mudah-mudahan akurat,” akunya.
Perihal komunikasi dengan Presiden RI Joko Widodo perihal pencalonnya, Hendrar Prihadi angkat bicara.
“Kalau pun iya (ada komunikasi), saya tidak akan cerita. Maksudnya, biarkan semua proses ini berjalan baik, smooth, tidak ada ketersinggungan,” paparnya.
Pihaknya pun mengaku saat ini tengah berkomunikasi dengan relawan-relawan di Jawa Tengah. Namun, kata dia, mesin pemenangan relawan belum ia nyalakan.
“Mulai kita kontak-kontak, nanti kalau dapat rekomendasi biar dibantu ya, tapi belum kita nyalakan mesinnya, baru bisik-bisik saja,” akunya.
Permintaan Megawati saat Rakernas, sinyal Handi dapat rekom?
Sebelumnya, Hendrar Prihadi turut hadir dalam momen Rakernas V PDIP di Ancol, Jakarta beberapa waktu lalu. Ia pun sempat diminta berdiri oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Alih-alih menanggapi itu sebagai sinyal rekomendasi untuk maju Pilgub Jawa Tengah, Hendrar Prihadi beri jawaban ini.
“Kalau saya hari ini selalu menyampaikan bahwa mari kita belajar hitam di atas putih. Jangan abu-abu, jangan pakai simbol, jadi sepanjang belum ada rekom ya belum boleh untuk bisa tancap gas,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




