Gaya Hidup

Heni, Sosok di Balik Kanal YouTube Sinau Hurip, Rela ‘Akting’ Jadi Orang Gila Demi Dekati ODGJ

×

Heni, Sosok di Balik Kanal YouTube Sinau Hurip, Rela ‘Akting’ Jadi Orang Gila Demi Dekati ODGJ

Sebarkan artikel ini
sinau hurip
Heni Mustikaningati, sosok di balik Youtube Sinau Hurip. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kanal YouTube Sinau Hurip cukup terkenal, pengikutnya bahkan telah mencapai 1,79 juta hingga akhir tahun 2024.

Siapa sangka, sosok di balik kanal youtube tersebut adalah seorang wanita lulusan Soegijapranata Catholic University (SCU) Kota Semarang. Ia adalah Heni Mustikaningati.

Bersama suaminya, Sukaryo Adiputra, Heni mendedikasikan hidupnya untuk merawat ODGJ yang terlantar sejak tahun 2007 silam. Hingga kini, ia telah membantu dan memulangkan lebih dari 150 ODGJ yang terlantar kepada keluarganya.

“Pertama ngonten itu dengan anak difabel, tapi orang tuanya yang kita angkat karena dia inspiratif banget, anaknya ABK,” kisah Heni saat beritajateng.tv temui, belum lama ini.

Heni mengisahkan, meski telah aktif merawat ODGJ sejak tahun 2007, ia dan suami baru mulai aktif ngonten untuk Youtube Sinau Hurip itu pada 5 Oktober 2019 silam.

BACA JUGA: Ilmu Enuh Nugraha ODGJ Alumni ITB Ternyata Tak Luntur, Masih Jago Matematika!

Waktu itu, Heni memanfaatkan Pandemi Covid-19 untuk memproduksi konten sosial media yang berisi aktivitasnya dalam membantu ODGJ. Mulai dari mengajak makan, memandikan, berinteraksi, dan memulangkan ODGJ kembali ke keluarganya.

Di luar dugaan, konten-kontennya mendapat respons positif dari warganet. Sejak saat itu, Youtube Sinau Hurip pun mulai berkembang pesat.

“Terus sampai sekarang alhamdulillah sudah ratusan ODGJ yang bisa pulang, bisa berobat dengan benar, terus tahu manfaat dari BPJS itu salah satu tujuan yang ingin kita sampaikan,” papar Heni.

Rela bertingkah gila untuk dekati ODGJ

Bersingungan dengan ODGJ tentu bukan hal yang mudah. Menurut Heni, butuh waktu untuk bisa dekat dan diterima dengan baik oleh para ODGJ.

Bahkan, ia pernah menghabiskan waktu hingga lima bulan lamanya untuk bisa berinteraksi dengan seorang ODGJ.

“Awal-awal kita menemukan ODGJ cewek sebenarnya koperatif tapi ya mendekatinya harus lama. Baru lima bulan sampai dia mau ngobrol, ngobrolnya muter-muter, baru kita bisa identiikasi,” kisah dia.

Tak hanya itu, Heni juga harus bisa mengikuti ritme dan frekuensi ODGJ. Heni rela bertingkah layaknya orang gila di pinggir jalan untuk bisa mendekat dan menarik hatinya.

Hal itu ia lakukan agar dapat mengetahui asal usul ODGJ untuk kemudian ia antarkan pulang kembali ke keluarga.

“Saya harus mengikuti frekuensinya, rodok ngedan di pinggir jalan ngikutin gaya dia. Itu proesnya paling panjang dan kami masih berkomunikasi baik dengan keluarganya, terus berkabar dan ngirim foto,” papar Heni.

BACA JUGA: 43.851 ODGJ di Jateng Berhak Memilih Saat Pemilu 2024, KPU: Akan Coblos di TPS Umum

Selain aktif menangani ODGJ, Heni ternyata juga mengelola yayasan benama Yayasan Darul Fathonah di Pejaten, Krandon, Kabupaten Kudus.

Heni mengatakan, yayasan itu bergerak untuk memberdayakan para penyandang disabilitas. Hingga kini yayasan tersebut telah menangani lebih dari 55 siswa dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Kudus, Pati, hingga Brebes.

“Yayasan ini memberikan pendidikan dan terapi yang komprehensif untuk ABK, termasuk kegiatan seni, keterampilan sosial, hingga pelatihan adaptasi dengan masyarakat sekitar,” pungkas Heni. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp