SEMARNG, beritajateng.tv – Seorang guru perempuan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, divonis dua tahun delapan bulan penjara. Hal ini setelah ia terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap siswanya. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purwodadi pada Kamis 23 Oktober 2025.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan, Frengki Wibowo, dalam keterangan tertulis pada Senin 27 Oktober 2025, menjelaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan seksual lebih dari satu kali.
“Terdakwa terbukti memanfaatkan hubungan kedekatan dan ketidaksetaraan terhadap korban yang masih anak-anak,” ungkap Frengki.
Denda Rp3 juta
Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 3 juta, subsider empat bulan kurungan, serta mewajibkan terdakwa membayar restitusi sebesar Rp 2.649.000 kepada korban.
Jika restitusi tidak terdakwa bayarkan dalam waktu 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta kekayaan terdakwa akan di sita dan di lelang untuk menutupi pembayaran tersebut.
BACA JUGA: Kasus Ibu Guru Grobogan Berbuat Mesum, Korban Siswa SMP Kini Trauma dan Pindah Sekolah
Barang bukti berupa pakaian dan perlengkapan yang terdakwa gunakan saat kejadian turut di rampas untuk pemusnahan. Sedangkan satu buah cincin di kembalikan kepada terdakwa.
Vonis ini kabarnya lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 juta pada 2 Oktober 2025.
Frengki menambahkan, pihak jaksa masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding. “Kami masih pikir-pikir selama tujuh hari apakah akan menerima atau mengajukan upaya hukum banding,” ujarnya.
Sementara itu, pihak terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan menerima putusan hakim. Jika tidak ada upaya hukum lanjutan, maka perkara ini akan berkekuatan hukum tetap atau inkracht. (*)





