SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi demontrasi yang terjadi di objek-objek vital di Kota Semarang berimbas pada sektor perhotelan dan menyebabkan sejumlah event, MICE hingga hunian kamar hotel akhirnya cancel atau dibatalkan.
Berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah. Beberapa hotel bintang 3, 4 dan 5 mengalami pembatalan baik di untuk hunian kamar hingga MICE.
Hotel tersebut, mayoritas yang berdekatan dengan area objek-objek vital pemerintah dan sasaran aksi demonstrasi di Kota Semarang.
Hal ini kata Yantie Yulianti, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah.
BACA JUGA: Cegah Mark-Up Oknum Nakal, PHRI Jateng Usul Transparansi Harga Hotel
“Memang dampak demo, ada banyak yang cancel event, cancel reservasi room (kamar), namun untuk pengrusakan tidak ada,” kata Yantie.
Selama aksi demo di Ibu Kota Jawa Tengah, menurut dia, tidak ada property hotel yang mengalami kerusakan, termasuk tidak ada pendemo yang masuk ke dalam hotel.
“Semua di jaga ketat, aman. Hanya saja untuk event dan room banyak cancel. Yang jelas okupansi drop ya,” imbuhnya.
Beberapa hotel seperti Dafam, Pandanaran, Harris, Holiday in Express, Novotel dan hotel yang dekat-dekat objek vital banyak kena cancel.
Event-event Meetings, Incentives, Conventions, dan Exhibitions (MICE) yang sedianya akan terlaksana di Semarang, karena ada aksi demo akhirnya di cancel.
“Event mice itu yang banyak cancel. Seperti, tadinya ada rombongan kedokteran yang booking tanggal ke berapa hotel karena ada pertemuan, akhirnya cancel. Selain itu, beberapa sudah pesan untuk bulan September ini tapi batal gara-gara banyak demo,” imbuhnya.
Yantie mengakui jika perhotelan mengalami kerugian imbas dari aksi unjuk rasa ini. “Iya, sangat merugikan, karena disosmed, kondisi unjuk rasa ngeri, bayangan orang-orang yang mau ke Semarang pasti takut,” sebut dia.
Dia berharap agar aksi demontrasi segera berakhir, sehingga tercipta iklim yang kondusif di Jawa Tengah. Ia meminta pemerintah daerah agar membentuk tim khusus agar kondisi perekonomian bisa kembali pulih.
“Teman-teman hotel pasti sangat merugi dalam hal ini. Termasuk para penjual kecil-kecil yang biasanya mangkal pasti terimbas adanya demo. Jelas merusak perekonomian pedagang UMKM. juga,” papar dia.
BACA JUGA: Solusi Bangkitkan Bisnis Perhotelan, PHRI Jateng: Harus Perbanyak Event yang Datangkan Wisatawan
Padahal, lanjut dia, bulan September ini seharusnya menjadi titik bangkit perhotelan. “Sebenarnya perhotelan sudah bagus. Teman-teman hotel sudah mulai bangkit. Reservasi juga sudah banyak bahkan bulan September-Oktober ini berjalan baik. Tapi dengan adanya demo seperti ini langsung drop lagi. Kasihan teman-teman,” tuturnya.
Sementara itu, Theresia Pramengnugraheni, Director of Sales Rooms Inc Semarang mengakui jika adanya aksi demo berdampak pada pembatalan kamar. Bahkan cancel hunian kamar mencapai Rp150 juta.
“Untuk minggu depan saja, yang cancel mungkin nilainya hampir Rp150 juta. Bukan hanya tamu dari dinas, perusahaan bahkan perorangan banyak yang cancel,” tutur Theresia.
Dia berharap kondisi kota Semarang bisa kembali damai, agar kondisi ekonomi bisa kembali bangkit dan berkembang.
Senada, Director of Sales Marketing Metro Park View Hotel, Ninik Haryanti menyebut, pada bulan September sejumlah kamar di hotelnya telah ada pembatalan.
“Tanggal 1-3 September, ada room (kamar) yang cancel imbas dari demo. Kebetulan event-nya di Kota Lama, kami dapat kamar-kamarnya. Tiba-tiba Sabtu malam Minggu mereka langsung info ngasih surat edaran bahwa event itu batal. Otomatis kamar juga batal,” papar Ninik.
Tak hanya itu, beberapa perusahaan yang sedianya menggelar kegiatan di Kota Semarang juga akhirnya membatalkan acaranya. “MICE dari perusahaan masih jalan, namun dari pemerintah banyak yang batal,” sebut dia.
Ninik berharap kondisi kota Semarang bisa kembali kondusif dan perekonomian bisa pulih kembali.
“Terutama kalau dari sisi hotel tentunya sangat merugikan, karena kan akhirnya banyak agenda event batal. Kemudian perjalanan dinas perjalanan juga di batalkan,” papar dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





