Nasional

Impor Minyak Tinggi, Ditjen Migas Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026

×

Impor Minyak Tinggi, Ditjen Migas Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026

Sebarkan artikel ini
minyak dan gas bumi
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Muhammad Rizwi Jinalisaf Hisjam, dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem Semarang, Selasa, 12 Mei 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah RI melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026 meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas dan berdampak terhadap sektor energi global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Muhammad Rizwi Jinalisaf Hisjam, mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi tugas khusus kepada Kementerian ESDM untuk menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri, utamanya BBM subsidi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Bapak Presiden memberikan tugas kepada Kementerian ESDM untuk menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri, khususnya untuk bahan bakar minyak yang bersubsidi diupayakan sampai akhir tahun ini tidak mengalami perubahan harga,” ujar Rizwi dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem Semarang, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Rizwi, pemerintah saat ini menghadapi tantangan ketahanan energi yang semakin kompleks. Di satu sisi kebutuhan energi nasional terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi, namun di sisi lain dunia mulai bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih dan rendah emisi.

“Ketahanan energi nasional saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di satu sisi kebutuhan energi nasional terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi. Nah, di sisi lain dunia sedang bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih, rendah emisi, dan berkelanjutan,” lanjut Rizwi.

BACA JUGA: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Sentuh Rp17 Ribu, Pengamat Undip: Indonesia Ketergantungan Impor Minyak

Rizwi menuturkan, situasi global juga ikut memberi tekanan baru terhadap sektor energi nasional. Salah satunya berasal dari gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mulai berdampak terhadap penyediaan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.