SEMARANG, beritajateng.tv – Gereja Katedral Semarang memiliki cara unik dalam berbagi. Setiap hari Sabtu pagi, mereka menyelenggarakan “Kedai Kasih” atau sarapan pagi gratis untuk para kaum dhuafa di sekitar gereja.
Sejumlah panitia akan mulai menata paket sarapan gratis di bawah pohon Cemara yang terletak di halaman Gereja Katedral Semarang mulai pukul 06.00 pagi. Tak lama, orang-orang pun langsung berdatangan menyerbu.
Bukan hanya umat gereja, ada pula pengojek online, pedagang, hingga tukang ojek, pemulung, yang mampir ke Kedai Kasih untuk menikmati sarapan gratis.
Untuk jumlahnya pun tak bisa terbilang sedikit. Hampir 220 paket dibagikan kepada siapa saja yang mau. Tanpa membedakan ras, suku maupun agama.
“Tujuan memang untuk berbela rasa kepada sesama umat antar agama yang lemah, miskin, dan difabel. Bahkan, kami juga senantiasa membagikan takjil setiap sore selama bulan Ramadhan,” kata Koordinator Kedai Kasih, Mashuri Joko Wiyono kepada beritajateng.tv, belum lama ini.
BACA JUGA: Kunjungi Gereja saat Perayaan Natal, Mbak Ita: Jaga Kondisifitas Hadapi Tahun Politik
Win sapaan akrabnya, menyebut, mayoritas penerima Kedai Kasih adalah masyarakat sekitar gereja. Paling jauh, pernah ada masyarakat yang berasal dari daerah Citarum.
Tak heran jika hampir 60 persen penerima Kedai Kasih merupakan orang yang sama alias itu-itu saja. Kendati begitu, Win mengaku tak mempermasalahkan hal itu dan tetap merasa senang bisa melayani orang lain.
“Antusiasnya luar biasa, semoga semakin banyak, kalau semakin banyak pastinya semakin baik,” imbuhnya.
Asal dana Kedai Kasih
Lebih lanjut, Win menuturkan, seluruh dana untuk keperluan Kedai Kasih berasal dari berbagai elemen. Mulai dana gereja hingga donasi dalam bentuk apapun dari sukarelawan.
“Kedai Kasih kita ambil dari dana Papa Miskin Paroki. Kita juga tidak membatasi donasi dari umat. Donasi uang boleh, makanan boleh. semua terserah,” tutur Win.
Ia menambahkan, Kedai Kasih berlangsung sejak bulan November 2018. Saat itu, pihak gereja menyediakan 100 paket makan siang dalam rangka memperingati Hari Orang Miskin Sedunia.
Seiring berjalannya waktu, antusiasme masyarakat semakin tinggi. Hingga akhirnya kini jumlah paket makan semakin banyak menjadi 220 paket dan diubah menjadi makan pagi.
“Dulu awalnya makan siang, tapi kalau makan siang itu kan terlalu lama jaraknya. Sedangkan pagi kan pasti orang nyari makan, jadi kita ganti ke makan pagi (sarapan),” beber Win.
BACA JUGA: Pelaku UMKM Semarang Ingin Mbak Ita Lanjutkan Program yang Berpihak ke Masyarakat
Adapun penyedia sarapan gratis ini, lanjut Win, merupakan kerjasama dengan berbagai UMKM di wilayah Kota Semarang. Para UMKM akan bergantian menyediakan paket sarapan pagi untuk Gereja Katedral.
Hal itu sekaligus merupakan intisari dari program Kedai Kasih ini. Yakni sama-sama menghidupi masyarakat.
“Kalau untuk menunya macem-macem, minggu ini beda sama minggu lalu. Kisaran sekitar Rp12 ribu per pax,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





