SSEMARANG, beritajateng.tv – Hari raya Idul Fitri adalah momen seluruh umat muslim bersuka cita menyambut hari kedatangannya. Euforianya terasa saat berkumpul bersama keluarga. Apalagi bisa menjalankan sunnah Idul Fitri, perayaan hari besar Islam ini akan semakin bermakna.
Islam mengajarkan beberapa hal agar kita mengisi momentum lebaran dengan gembira sekaligus bernilai ibadah. Berikut ini sunnah Idul Fitri yang bisa kita lakukan.
Pertama, sholat Idul Fitri.
Hukum sholat Idul Fitri yakni sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Salah satu dalilnya yakni firman Allah dalam surat al-Kautasar:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah,” (QS. Al-Kautsar ayat 2).
Pakar tafsir menegaskan bahwa sholat di dalam ayat itu adalah shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adlha).
Rasulullah Saw rutin melaksanakan sholat Idul fitri di setiap tahunnya. Pertama kali beliau mendirikannya pada tahun kedua sejak hijrah ke Madinah. Tahun adanya perintah kewajiban puasa Ramadhan turun di bulan Sya’bannya (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, hal. 39).
Sholat Idul Fitri sunnah bagi laki-laki dan perempuan secara berjamaah. Lebih utama jika berlangsung di masjid dari pada di tempat lainnya, termasuk lapangan. Hal ini jika daya tampung masjid memadai. Jika sempit, maka lebih baik di lapangan. Syekh Kamaluddin al-Damiri berkata:
(وَفِعْلُهَا بِالْمَسْجِدِ أَفْضَلُ)؛ لِأَنَّ الْمَسَاجِدَ خَيْرُ الْبِقَاعِ وَأَشْرَفُهَا وَأَنْظَفُهَا، وَلِأَنَّ الْأَئِمَّةَ لَمْ يَزَالُوْا يُصَلُّوْنَ الْعِيْدَ بِمَكَّةَ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَهَذَا إِذَا اتَّسَعَ كَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَبَيْتِ الْمَقْدِسِ، وَإِلَّا .. فَالصَّحْرَاءُ أَفْضَلُ؛ لِأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى فِي الصَّحْرَاءِ لِضَيْقِ مَسْجِدِهِ، فَلَوْ صَلَّى الْإِمَامُ بِهِمْ فِي هَذِهِ الْحَالَةِ فِي الْمَسْجِدِ .. كُرِهَ لِلْمَشَقَّةِ عَلَيْهِمْ.





