Hukum & Kriminal

Sempat Adu Mulut, Terungkap Begini Percakapan Antara Pelaku dan Korban ‘Mayat dalam Koper’

×

Sempat Adu Mulut, Terungkap Begini Percakapan Antara Pelaku dan Korban ‘Mayat dalam Koper’

Sebarkan artikel ini
Mayat dalam Koper
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Wira Satya Triputra (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Momen sebelum pembunuhan ‘mayat wanita dalam koper‘ terungkap lewat percakapan antara pelaku Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29) dan korban Rini Mariany (49), yang terjadi di dalam sebuah kamar hotel.

Di dalam kamar hotel tersebut, Rini mempertanyakan masa depan hubungan mereka yang telah berlangsung sejak akhir 2023.

“Korban menanyakan status hubungan mereka, yaitu ‘Kita mau bagaimana?’ Kemudian tersangka menjawab ‘Ini kan cuma seneng-seneng saja, kita sama-sama mau’,” tuur Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menirukan percakapan Arif dan Rini, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2024.

Namun, meskipun demikian, Rini tetap bersikeras agar Arif menikahinya. Arif pun kemudian meminta Rini untuk meminjamkan uang sebesar Rp43 juta milik perusahaan yang saat itu korban kelola untuk disetorkan ke bank.

BACA JUGA: Pelaku Butuh Uang untuk Resepsi, Ini Deretan Fakta Terkini Pembunuhan ‘Mayat Wanita dalam Koper’

“Kemudian tersangka menjawab, ‘Kamu pinjemi uang setoran ini, nanti kita nikah’,” kata Wira menirukan ucapan Arif.

Namun, korban menolak tawaran tersebut. Arif kemudian bertanya lebih lanjut, “Mau dinikahin atau tidak?”

“Kemudian korban menyatakan, takut menggunakan uang perusahaan. Artinya korban menjelaskan, kalau pelaku menikahinya, takut menggunakan uang perusahaan,” ungkap Wira.

BACA JUGA: Tingkatkan Minat Baca Anak-anak, Perpustakaan Jalanan Ini Gelar Lapak Baca Buku Pakai Koper

Arif kemudian menanggapi, “Saya akan bertanggung jawab kalau ada apa-apa dalam perusahaan ini”.

Dugaannya, profesi Arif sebagai seorang auditor membuatnya mampu memanipulasi laporan keuangan perusahaan.

Namun, korban menepisnya dengan berkata, “Ngapain ngurusin yang kayak gini? Saya nggak ikut-ikut, saya mau setor uang, ngapain auditor kayak kamu, brengsek.”

“Inilah perkataan yang kemungkinan memicu emosi tersangka. Selanjutnya, tersangka melakukan atau pun membenturkan kepala korban sehingga korban pingsan, dan menyekap mulutnya serta mencekiknya selama 10 menit,” jelas Wira. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp