Pendidikan

Inovasi ‘Sabuk Besi’ di SDN 2 Kalisapu, Bikin Siswa Percaya Diri Hingga Raih Banyak Prestasi

×

Inovasi ‘Sabuk Besi’ di SDN 2 Kalisapu, Bikin Siswa Percaya Diri Hingga Raih Banyak Prestasi

Sebarkan artikel ini
Inovasi 'Sabuk Besi' di SDN 2 Kalisapu, Bikin Siswa Percaya Diri Hingga Raih Banyak Prestasi
Kepala SDN 02 Kalisapu, Dina Fuji Handayani membimbing salah satu siswanya Hisya Alwi dan menerapkan inovasi Sabuk Besi. (Ellya/beritajateng.tv)

TEGAL, beritajateng.tv – Di SD Negeri Kalisapu 02 Kabupaten Tegal, literasi bukan hanya sekedar program, namun lebih dari itu. Literasi sudah menjadi bagian dari strategi dan kebijakan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang unggul.

Meski tak memiliki gedung perpustakaan yang memadai, hal itu tidak menyurutkan keinginan sekolah untuk berinovasi.

Kepala SDN Kalisapu 02 Kabupaten Tegal, Dina Fuji Handayani, M.Pd. menghadirkan inovasi literasi melalui program Sabuk Besi (Sorotan Aksi Bacaan Unik Bersama Kami).

BACA JUGA: Inspiratif! Cerita Nining Sulistyaningsih Terapkan ‘Ledy Bar’ Metode Pembelajaran Menyenangkan di SMPN 2 Semarang

Melalui inovasi tersebut sekolah mengajak siswa tidak hanya membaca tetapi juga mengekspresikan diri melalui penampilan teatrikal berdasarkan bacaan favorit mereka.

Kepala sekolah muda berusia 37 tahun ini mulai mendekatkan diri pada guru, siswa, dan orang tua sebagai pemimpin. Ia juga merangkul mereka sebagai sahabat sekaligus pendamping perubahan.

Dina tidak hanya mengajarkan membaca ia menyalakan keberanian untuk bermimpi, berani, dan percaya diri.

“Dalam Sabuk Besi, siswa SD Negeri 2 Kalisapu kami ajak membaca dan menampilkan teatrikal dan berekspresi. Ini sesuai dengan bahaan bacaan yang mereka sukai,” imbuh Dina yang juga merupakan fasilitator di Tanoto Foundation.

Inovasi 'Sabuk Besi' di SDN 2 Kalisapu, Bikin Siswa Percaya Diri Hingga Raih Banyak Prestasi
Salah satu siswa SDN 02 Kalisapu, Hisyam Alwi mendongeng karya dirinya sendiri di hadapan teman-temannya. (Ellya/beritajateng.tv)

Inovasi Hasilkan Prestasi

Strategi ini juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal menjadi salah satu inovasi dari sekolah yang mewakili Kabupaten Tegal dalam innovasion government award tahun lalu.

Menurut dia, setelah satu tahun program ini berjalan, peningkatan nilai literasi rapor pendidikan meningkat 10 poin menjadi 93,33. Selain itu, murid juga menjadi gemar membaca.

Tidak hanya siswa yang berkembang, para guru pun terinspirasi untuk berinovasi dalam metode pembelajaran. Orang tua yang sebelumnya hanya sebagai pengantar anak, kini turut aktif terlibat dalam berbagai program sekolah.

Selain itu, kini para murid juga menjadi gemar membaca. Salah satunya, Hisyam Alwi Syabana, siswa kelas 5.