YouTube yang berada di bawah perusahaan induk Google mengatakan, mereka telah melihat masuknya konten yang melanggar di platform tersebut sejak perang dimulai.
BACA JUGA: TikTok Shop Tutup, Kini Viral Pedagang Tanah Abang Minta Shopee dan Lazada Tutup
“Menyusul serangan Hamas di Israel dan meningkatnya konflik yang kini terjadi di Israel dan Gaza. Kami telah menghapus puluhan ribu video berbahaya dan menghentikan ratusan saluran,” ujar juru bicara YouTube, Sarah Colvin-Rowley.(*)





