SEMARANG, beritajateng.tv – Nama dosen muda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), sempat dikabarkan ada dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan AKBP Basuki (56), anggota Polri yang bertugas di Ditsamapta Polda Jawa Tengah.
Namun, hal itu belum dapat Polda Jawa Tengah benarkan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagyo menyebut, pihaknya masih mendalami kematian Levi, tak terkecuali desas-desus hubungan Levi dengan Basuki.
Meskipun belum bisa memastikan apakah betul keduanya berada dalam satu KK, Dwi membenarkan pernah ada momen atau pertemuan antara Levi dengan Basuki.
“Hubungan antara saksi dengan korban sedang kami dalami. Ada beberapa momen memang yang bersangkutan bersama dengan korban. Tapi sedang kami dalami bagaimana hubungan sebenarnya antara mereka ini,” ungkap Dwi saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Borobudur, Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 19 November 2025 sore.
Salah satu mahasiswa Untag yang hadir dalam audiensi itu turut mempertanyakan KK Levi dan Basuki. Senada, Dwi menyebut pihaknya memang masih melakukan pendalaman perihal itu.
“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman-pendalaman. Memang kami telah mendapatkan ada beberapa bukti keterangan dari saksi maupun dari CCTV. Nah, ini yang sedang kami dalami lebih lanjut,” sambung Dwi.
BACA JUGA: Mahasiswa Soroti Kejanggalan Kematian Dosen UNTAG: Ada ‘Aktivitas Berlebih’ Sebelum Levi Tewas?
Pihaknya mengaku belum mengetahui perihal isu KK tersebut. Ia meminta perwakilan mahasiswa Untag maupun elemen lainnya menyampaikan informasi tambahan untuk bahan penyelidikan.
“Terkait dengan KK-nya ya sama ya, nah, itu kami belum tahu ini. Ya, sekira memang ada informasi tersebut ya, mungkin nanti bisa sampaikan kepada kami ya terkait hal itu,” pungkas Dwi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto membuka kemungkinan menghadirkan saksi ahli untuk membuktikan isu Levi dan Basuki yang ada dalam satu KK.
Adapun saksi ahli tersebut, kata Artanto, ialah Dispendukcapil.
“Tentunya kita akan meminta saksi ahli mungkin dari Dispendukcapil dan kita membutuhkan bukti KK yang otentik tersebut. Demikian,” jawab Artanto singkat.
Sebelumnya, Polda Jawa Tengah angkat bicara soal kasus kematian dosen muda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35).
Levi ditemukan meninggal di kamar kost-hotel (kostel) di Jalan Telaga Bodas Raya pada Senin, 17 November 2025 lalu.
BACA JUGA: DEMA UIN Walisongo Desak Evaluasi KKN: Satu Dosen Harus Dampingi Satu Desa
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagyo mengungkap Polda Jawa Tengah bersama Polrestabes Semarang sudah melakukan olah TKP di Kostel Mimpi Inn.
Saat ini, kasus kematian Levi tengah dalam proses penyidikan. Kendati begitu, Dwi menegaskan Polda Jawa Tengah belum dapat memastikan apakah kematian Levi itu ada unsur pidana atau tidak. (*)
Editor: Farah Nazila





