WONOSOBO, beritajateng.tv – Patung biawak di Wonosobo yang sebelumnya viral di media sosial kini menjadi magnet wisata baru yang dikunjungi ribuan masyarakat tiap harinya.
Hal ini terungkap dari Ketua Karang Taruna Desa Krasak, Budiarto yang menyebut bahwa sekitar dua ribu orang berdatangan setiap harinya untuk menikmati pemandangan patung biawak tersebut.
Serunya, para wisatawan tak hanya berfoto, mereka juga melakukan live di media sosialnya.
“Kalau di rata-rata sehari 2 ribu orang bisa lebih. Sampai pemuda di sini terus melakukan penjagaan termasuk mengatur lalu lintas juga full 24 jam,” katanya.
BACA JUGA: Sukses Curi Perhatian, Patung Biawak Wonosobo Resmi Peroleh Hak Cipta dari Kemenkum Jateng
Viralnya patung biawak ini pun juga menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang sekitar. Bahkan, kabarnya, omzet mereka naik lima kali lipat.
Salah satu pedagang menyebvut bahwa sebelumnya per hari omzetnya hanya sekitar Rp 200 ribu, kini mencapai Rp 1 juta lebih.
Dapat perlindungan hak cipta dari Kemenkumham
Usai viral, patung setinggi 7 meter yang terletak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo tersebut kini resmi mendapatkan perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Kantor Wilayah Jawa Tengah.
Penyerahan sertifikat hak cipta berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, menyerahkan langsung sertifikat tersebut kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dan seniman pembuat tugu biawak, Rejo Arianto.
Sebelumnya, patung biawak di Wonosobo ini viral di media sosial. Patung tersebut menjadi viral di media sosial karena desainnya yang sangat realistis dan mirip dengan biawak asli.
BACA JUGA: Patung di Wonosobo Ini Curi Perhatian, Begini Kata Rejo Arianto Sang Seniman
Menariknya, patung ini dibangun dengan anggaran hanya sekitar Rp 50 juta. Anggaran berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Pemerintah Kabupaten Wonosobo, bukan dari Dana Desa. (*)





