Untuk menjawab tantangan ekonomi hijau, lingkungan hidup, dan perubahan iklim, Agustina mengatakan pihaknya melakukannya dengan pengelolaan sampah yang mumpuni dengan mengelola bank sampah.
Kemudian memberikan ruang kepada ibu-ibu PKK untuk meningkatkan pembuatan biopori, pertanian rumah tangga, pengelolaan sampah organic, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kita perluas pelayanan transportasi public. Kemudian melakukan Gerakan pengurangan emisi dengan menuju penggunaan molis serta transisi energi. Kemudan tentang penangguangan bencana, kita membuat program aksi tanggap cepat bencana,” tutupnya. (*)
Editor: Farah Nazila




