Jateng

Jalan Licin Depan Kawasan Cipta Semarang Dikeluhkan Warga, Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan

×

Jalan Licin Depan Kawasan Cipta Semarang Dikeluhkan Warga, Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Jalan Licin Depan Kawasan Cipta Semarang Dikeluhkan Warga, Berulang Kali Sebabkan Kecelakaan
Jalan licin akibat lumpur bekas hujan di depan kawasan Cipta, Jalan Yos Sudarso, Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Selain membahayakan saat hujan, ceceran tanah juga memicu debu tebal ketika cuaca panas. Debu yang beterbangan disebut mengganggu jarak pandang pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

“Kalau panas jadi debu tebal. Kadang naik motor sampai enggak kelihatan karena debunya,” ujarnya.

Warga berharap pengelola kawasan Cipta bersama pemerintah segera mengambil langkah konkret agar jalan kembali aman dilalui masyarakat umum.

“Jalan arteri itu dipakai banyak orang, bukan hanya kendaraan dari kawasan industri. Jangan sampai membahayakan pengguna jalan lain,” tambahnya.

Penanganan Cepat Pemkot Semarang

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait atas arahan Wali Kota Semarang untuk melakukan penanganan.

“Dinas Perhubungan kan memasang rambu peringatan jalan licin dan pita kejut. DPU melakukan pengerukan, Damkar membantu penyemprotan jalan, serta dinas perhubungan melakukan penjagaan lalu lintas,” ujarnya.

Selain itu, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang. Untuk memberikan teguran kepada pengelola kawasan Cipta agar lebih memperhatikan kebersihan akses keluar masuk kendaraan proyek.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan koordinasi dengan pihak kawasan Cipta sebenarnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu.

“Kami sudah koordinasi sekitar dua sampai tiga bulan lalu. Hasilnya, pihak terkait menyampaikan akan melakukan pembersihan berkala,” katanya.

Menurut Mulyadi, Jalan Arteri Yos Sudarso berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Karena itu, Dinas Perhubungan Kota Semarang berperan sebagai fasilitator dan tetap berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Tengah.

“Karena ranahnya di pusat, kami berkoordinasi dengan BPTD. Kami membantu sebagai fasilitator di lapangan,” ujarnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp