“Hanya cukup untuk biaya hidup. Jadi tidak bisa merawat rumah. Mau tidak mau, selama ini rumah kami biarkan apa adanya, kalau hujan bocor dari depan sampai belakang. Lantainya juga dari tanah, jadi air sering menggenang. Alhamdulillah, dengan bantuan dari PT Djarum ini rumah saya jadi nyaman untuk kami tinggali. Semoga Gusti Allah membalas kebaikan ini,” tutur Parmi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut menyampaikan terima kasih kepada PT Djarum. Yang telah menaruh kepedulian besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah sehat layak huni di wilayah Jawa Tengah.
Ia berharap, program ini dapat menjadi motivasi warga agar semakin produktif demi menggapai kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.
“PT Djarum adalah panglima tanpa tanda jasa. Karena telah bergerak melalui kegiatan kemanusiaan dalam rangka memangkas kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Saat ini, lanjut dia, terdapat 1.012.000 rumah kurang layak huni di Jawa Tengah, dan ini menjadi pekerjaan rumah kita semua.
“Tentunya ini perlu kolaborasi semua sektor, termasuk sektor swasta seperti yang sudah dijalankan PT Djarum. Untuk itu, mewakili warga Jawa Tengah, saya berterima kasih. Semoga PT Djarum selalu jaya, dan saya juga meminta perusahaan yang lain meniru langkah yang dilakukan PT Djarum,” ujar Ahmad Luthfi.
Hunian Nyaman, Aman dan Sehat
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan serah terima RSLH kepada 15 warga Temanggung ini merupakan kontribusi positif perusahaan. Terhadap warga kurang mampu yang selama ini telah berkolaborasi dengan baik dalam industri tembakau.
“Kami menyadari bahwa Temanggung merupakan sentra penghasil tembakau yang memberikan kontribusi besar terhadap perusahaan. Sehingga wajar rasanya jika kami memberikan timbal balik dengan membantu masyarakat kurang mampu untuk memiliki hunian yang sehat, nyaman dan aman, ” sebut Budiharto.





