Jateng

Jateng Marak Keracunan MBG, BPOM Ingatkan Distribusi Makanan Maksimal 2 Jam Setelah Dimasak

×

Jateng Marak Keracunan MBG, BPOM Ingatkan Distribusi Makanan Maksimal 2 Jam Setelah Dimasak

Sebarkan artikel ini
makan bergizi gratis
Makan bergizi gratis di Magelang, Jawa Tengah

“Sehingga bakteri ini bisa berkembang pada makanan yang protein tinggi. Sebagai contoh telur, ayam, ataupun udang,” jelasnya.

Sementara itu, adanya serangga atau ulat dalam makanan biasanya terkait dengan kualitas bahan baku dari supplier.

“Nah, itu penting, waktu kritisnya adalah ketika pemilihan supplier, harus memang betul-betul sudah aman dan sudah memiliki standar untuk pangan,” tambah Lintang.

BACA JUGA: SMPN 19 Semarang Tepis Kabar Miring Makan Bergizi Gratis: Baru Jalan 4 Hari dan Layak Konsumsi

Ia memastikan setiap temuan KLB keracunan MBG akan pihaknya investigasi bersama dinas terkait. Fokus investigasi yakni pada tahapan bahan baku hingga proses memasak.

“Biasanya itu memang mulai dari bahan-bahannya, pemilihannya, atau selama proses memasaknya itu yang nanti kita investigasi bersama dengan dinas terkait,” tegasnya.

Dari sejumlah daerah yang ditemukan kasus keracunan MBG, kejadian di Kabupaten Sragen tercatat paling banyak menelan korban. Namun, BPOM belum bisa memastikan hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau untuk yang Sragen itu karena pengujiannya di Lab Kesda, jadi dari laboratorium kesehatan daerah, provinsi langsung ke dinas kesehatan. Nanti dari kami yang akan melakukan verifikasi di lapangan,” kata Lintang.

Ia menambahkan, pengujian mikrobiologi biasanya membutuhkan waktu hingga dua pekan.

“Kalau untuk mikro kan dua minggu ya laksanakan ujian. Ya, ya seperti itu ya sementara,” ujarnya.

Viral wadah stainless MBG menurut dugaan mengandung minyak babi, ini kata BPOM

Selain isu keracunan MBG di Jawa Tengah, jagat media sosial juga diramaikan dugaan wadah stainless program MBG mengandung minyak babi. Salah satu postingan viral itu tersiar oleh akun X (Twitter) @fahrisalam.

“Fak banget negara ini! Nampan MBG sengaja dilabeli ‘made in Indonesia’ tapi aslinya bikinan industri rumahan China. Mengandung lemak babi. Bahannya bahkan di China dilarang,” tulis akun tersebut.

Menanggapi hal itu, BPOM Semarang menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan menguji kualitas wadah stainless.