Peristiwa

Jawa Tengah Alami Rentetan Kasus Keracunan MBG, Dinkes: Mayoritas karena Air Tercemar E-Coli

×

Jawa Tengah Alami Rentetan Kasus Keracunan MBG, Dinkes: Mayoritas karena Air Tercemar E-Coli

Sebarkan artikel ini
Keracunan MBG Jawa Tengah
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 9 September 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Dari hasil lab itu kita bisa memprediksi kira-kira ini keracunannya bersumber dari mana,” katanya.

Zulfachmi mencontohkan, apabila terdapat E. coli dengan kadar tinggi pada air, hal itu dapat menunjukkan adanya cemaran pada sumber air.

BACA JUGA: Rentetan Dugaan Keracunan MBG di Jateng, Gus Yasin: Kami Fungsinya hanya Melaporkan

Sementara apabila ԁitemukan kuman yang berkaitan dengan tangan, pemeriksaan dapat mengarah pada proses pengelolaan makanan oleh penjamah.

Ia juga menyinggung pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh penjamah makanan. Menurutnya, pemeriksaan dapat membantu melihat kemungkinan sumber kuman, termasuk dari orang yang mengelola makanan.

Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Jateng memberikan rekomendasi kepada pengelola SPPG untuk memperbaiki sistem penyaringan air. Sumber air yang ԁigunakan, kata Zulfachmi, perlu melalui proses penyaringan terlebih dahulu sebelum ԁimanfaatkan untuk kebutuhan pengolahan makanan.

“Kami ada rekomendasi untuk perbaikan filter. Filter air untuk mitigasi; jangan sampai airnya tercemar. Sumber air ԁiambil, ԁilakukan filter, kemudian air yang di-filter itu yang ԁipakai,” jelasnya.

Terkait langkah pencegahan tersebut, Zulfachmi mengatakan Dinkes Jateng terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Semua koordinasi itu kami sampaikan, termasuk mitigasi untuk pencegahan berikutnya,” tandas Zulfachmi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp