SEMARANG, beritajateng.tv – Dilanda hujan sekitar satu jam, kawasan Pleburan, Kota Semarang terendam banjir.
Pantauan beritajateng.tv pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 17.00 WIB, genangan itu berasal dari air selokan yang meluap ke jalan.
Air yang meluap itu merendam sepanjang Jalan Kusuma Wardani, Pleburan. Tak sedikit pengguna sepeda motor yang memutuskan untuk berbalik arah.
Terlebih, genangan mulai tinggi tepat saat warga berburu takjil untuk berbuka puasa.
Selain Jalan Kusuma Wardani, genangan pun turut merendam Jalan Hayam Wuruk, Pleburan.
Salah satu warga yang saat itu berada di Jalan Kusuma Wardani Pleburan, Bunga (25), mengaku kaget saat melihat jalan tergenang air yang cukup tinggi.
BACA JUGA: Tak Ikut Retret di Magelang, Agustina Wilujeng Pilih Fokus Tangani Sampah dan Banjir Semarang
Bahkan, ia tak menyangka hujan akan turun deras pada saat itu.
“Tadi siang kan Semarang panas banget, menjelang sore mulai itu gerimis. Tapi gak kepikiran kalau sampai banjir gini,” ungkap Bunga kepada beritajateng.tv.
Bunga bersama temannya saat itu sedang berada di food court Pleburan. Ia pun mengaku sempat terjebak hujan deras sehingga menunda pergi dari food court tersebut.
“Awalnya kan gerimis, tapi kok tiba-tiba deras banget. Cuma derasnya gak terlalu lama,” ungkapnya.
Ia pun berdecak heran atas genangan air tinggi yang merendam kawasan Pleburan.
Padahal, tutur Bunga, hujan dengan intensitas deras hanya mengguyur kurang dari sejam.
“Kalau sampai banjir padahal hujannya gak lama-lama banget sih heran ya. Apalagi air di selokannya sampai meluap ke jalan. Kasihan juga orang-orang yang lewat, ada yang balik arah takut motornya mogok,” tutur dia.
BACA JUGA: Proyek Penanggulangan Banjir Bandara Ahmad Yani Resmi Dimulai, Bangun Tanggul 700 Meter Hingga Normalisasi Saluran
Ia berharap, genangan air yang merendam jalan bisa teratasi oleh Pemerintah Kota Semarang. Bunga pun menyoroti soal drainase yang ia duga buruk.
“Harapannya semoga Semarang gak gampang banjir. Sepertinya karena drainasenya bermasalah, soalnya hujan kurang dari sejam, kok banjirnya sudah tinggi aja,” pungkas Bunga. (*)
Editor: Farah Nazila





