“Dari total panjang 9 km, sekitar 2 km sudah terselesaikan secara rigid. Kami pastikan keluarga dan sahabat kita yang melintas saat mudik dan balik ini aman,” katanya.
Ia menegaskan tidak ada perbedaan ketinggian jalan yang berpotensi membahayakan pengendara. “Tidak ada beda tinggi dari konstruksi yang kita buat, rambu sudah memadai dan juga sudah ada pre-marking,” ujar Yanuar.
Proyek preservasi Jalan Palur-Sragen terjadwal selesai sepenuhnya pada 2 April 2027. Setelah Lebaran 2026, pekerjaan akan berlanjut dengan sejumlah penanganan lain seperti rehab mayor, rehab minor, perbaikan saluran, hingga pelapisan aspal di beberapa titik. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





