Jateng

Jelang Mudik Lebaran 2026, BBPJN Pastikan Ruas Jalan Palur-Sragen Bebas Banjir

×

Jelang Mudik Lebaran 2026, BBPJN Pastikan Ruas Jalan Palur-Sragen Bebas Banjir

Sebarkan artikel ini
Palur-Sragen
Ruas Palur-Sragen KM13-15 dipastikan bebas banjir untuk mudik Lebaran, Kamis, 12 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SRAGEN, beritajateng.tv – Ruas jalan nasional Palur-Sragen dipastikan bebas banjir jelang Lebaran 2026. Para pemudik tak lagi khawatir jika melintasi jalur strategis yang menghubungkan Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menjelaskan dari total proyek preservasi jalan Palur-Sragen sepanjang 9 kilometer ini telah selesai sepanjang 2 kilometer dengan rigid beton.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Provinsi Jawa Tengah, Novi Krisniawati, mengatakan saat ini pekerjaan telah memasuki tahun kedua sejak kontrak mulai pada 2025 dan progres fisiknya telah mencapai 41 persen dengan deviasi positif.

Salah satu pekerjaan utama yang sudah diselesaikan menjelang Lebaran adalah pembangunan rigid beton sepanjang sekitar 2 kilometer di titik rawan banjir.

Peninggian Badan Jalan di Ruas Palur-Sragen

Selain memperkuat struktur jalan, proyek ini juga mencakup peninggian badan jalan sekitar 30 sentimeter di KM 13 hingga KM 15 untuk mengatasi genangan air yang selama ini kerap terjadi.

“Di sini ada paket pekerjaan preservasi Jalan Palur-Sragen. Di lokasi ini setiap tahun terjadi banjir sehingga kami lakukan penanganan peninggian atau raising di KM 13-15,” ujar Novi saat meninjau lokasi di kawasan Palur-Sragen pada Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Novi, perbaikan ini lantaran kondisi jalan sebelumnya sudah tidak layak, banyak lubang, serta sering tergenang air ketika hujan deras.

Novi menjelaskan, kawasan tersebut hampir setiap tahun terendam banjir karena luapan saluran air di sisi jalan yang terhubung dengan jaringan irigasi.

BACA JUGA: Usai Badai Angin di Alas Roban, Jalur Nasional Batang-Semarang Kini Siap untuk Arus Mudik

“Di lokasi ini setiap tahun terjadi banjir. Airnya meluap dari saluran sungai di sebelah kanan jalan. Mungkin juga karena perubahan tata guna lahan, yang dulu sawah sekarang banyak menjadi industri,” ungkapnya.

Sebelum adanya perbaikan, genangan air di ruas tersebut bisa mencapai sekitar 15 sentimeter sehingga kendaraan sering harus menunggu air surut untuk melintas.

“Kalau banjirnya sampai 15 sentimeter, mobil harus menunggu surut dulu baru bisa lewat. Tahun 2025 sebelum paket pekerjaan ini mulai, dampaknya sekitar 1 kilometer,” ujarnya.

Namun sejak pekerjaan peninggian dan rigid mulai berjalan pada 2025, genangan besar tidak lagi terjadi meski curah hujan tinggi.

“Walaupun kemarin curah hujan intensitasnya tinggi sekali, alhamdulillah tidak terjadi genangan seperti sebelumnya. Warga juga merasa sangat terbantu karena lalu lintas tetap lancar,” tambah Novi.

Jalur Strategis Penghubung Jateng-Jatim-DIY

Ruas Palur-Sragen merupakan jalur strategis penghubung lintas tengah Jawa yang menghubungkan Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jalur ini juga menjadi lintasan kendaraan berat karena menjadi akses menuju wilayah perbatasan Jawa Timur.

“Lalu lintas di Palur-Sragen ini juga banyak truk bermuatan berat lalui karena kalau lurus terus akan tembus ke Jawa Timur. Jadi ini benar-benar membantu mobilitas dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY,” kata Novi.

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, BBPJN juga menyiapkan tim TCM (Tambal Cepat Mantap) yang akan siaga di lapangan jika terjadi kerusakan jalan.

Tim tersebut akan dilengkapi pekerja dan peralatan untuk melakukan penambalan cepat tanpa mengganggu lalu lintas pemudik.

“Kami akan stand by. Kalau ada kerusakan atau lubang kecil akan segera ada penanganan, tapi sifatnya tambal cepat sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Novi.

BACA JUGA: Kapolda Jateng Imbau Warga Lapor Polisi Jika Mudik Tinggalkan Rumah: Kami Siap Beri Pengamanan

Kepala Satuan Kerja BBPJN Wilayah III Jawa Tengah, Yanuar Dwi Putranto, memastikan kondisi jalan aman pemudik lalui selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran.

Menurutnya, bagian yang telah selesai dikerjakan sudah dilengkapi rambu dan penanda jalan sementara untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Dari total panjang 9 km, sekitar 2 km sudah terselesaikan secara rigid. Kami pastikan keluarga dan sahabat kita yang melintas saat mudik dan balik ini aman,” katanya.

Ia menegaskan tidak ada perbedaan ketinggian jalan yang berpotensi membahayakan pengendara. “Tidak ada beda tinggi dari konstruksi yang kita buat, rambu sudah memadai dan juga sudah ada pre-marking,” ujar Yanuar.

Proyek preservasi Jalan Palur-Sragen terjadwal selesai sepenuhnya pada 2 April 2027. Setelah Lebaran 2026, pekerjaan akan berlanjut dengan sejumlah penanganan lain seperti rehab mayor, rehab minor, perbaikan saluran, hingga pelapisan aspal di beberapa titik. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp