Politik

Jokowi Kunjungan Kerja ke Jateng Semasa Kampanye Terbuka, Pengamat Politik: Mestinya Bisa Menahan Diri

×

Jokowi Kunjungan Kerja ke Jateng Semasa Kampanye Terbuka, Pengamat Politik: Mestinya Bisa Menahan Diri

Sebarkan artikel ini
Perbaikan Jalan | Kampanye Jokowi
Presiden Jokowi meresmikan Inpres Jalan Daerah Ruas Purwodadi-Wirosari-Blora, Selasa, 23 Januari 2024. (Foto: YouTube/Sekretariat Negara)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden RI Joko Widodo yang kerap mengunjungi Jawa Tengah mendapat sorotan pengamat. Jokowi beberapa kali telah melakukan kunjungan kerja di Jateng dalam waktu berdekatan. Pengamat Politik Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Andreas Pandiangan, menilai hal itu seharusnya tak Jokowi lakukan di masa-masa kampanye terbuka tengah berlangsung.

“Sejak minggu kemarin kita memasuki kampanye terbuka, tampaknya seharusnya tidak kunjungan itu ke daerah mana pun, bukan hanya Jateng,” ujar Andreas, Selasa, 23 Januari 2024.

Kendati Jokowi masih menjabat sebagai seorang negarawan yang berhak menjumpai rakyatnya, namun kunjungan kerja di masa kampanye terbuka ini sifatnya bak memberi sebuah sinyal.

BACA JUGA: Hadiri Penyerahan Pesawat Baru TNI AU Bareng Prabowo, Joko Widodo: Presiden Boleh Kampanye dan Memihak

“Semestinya Pak Jokowi mampu menahan diri memasuki masa kampanye terbuka,” sambungnya.

Terlebih, lanjut Andreas, dalam Pemilu Presiden kali ini putra sulungnya yang menjabat sebagai Wali ota Solo, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai cawapres pasangan Prabowo Subianto, paslon nomor urut 02.

“Sadar atau tidak sadar, orang sudah tahu ada konflik kepentingan, dalam hal ini citranya Gibran. Alangkah baiknya sebagai presiden tidak melakukan apa pun kunjungan ke daerah supaya bisa berjarak, harus berjarak,” bebernya.

Nilai kunker Jokowi mampu menurunkan minat masyarakat untuk ikut rangkaian kampanye

Selain itu, Andres menyebut kunjungan Joko Widodo di tengah masa kampanye terbuka mampu memengaruhi partisipasi masyarakat selama rangkaian kampanye yang sudah terjadwal oleh KPU. Alasannya, kemungkinan besar masyarakat cenderung ingin bertemu dengan Presiden ketimbang acara partai politik.

“Orang bertemu ingin melihat Pak Jokowi, sementara kampanye terbuka kan terbagi menjadi zona-zona. Jateng hari ini partai apa, besok partai apa, dan seterusnya,” jelasnya.

Kunjungan Joko Widodo ke daerah, selain membuat masyarakat tidak fokus mengikuti kampanye, hal itu bagi Andreas berdampak pada petugas kepolisian. Sebab, kepolisian juga akan sibuk untuk turut memastikan kelancaran agenda Jokowi.

“Bukan mengatakan masyarakat dikonsolidasikan untuk menyambut Pak Jokowi, tapi biarlah suasana di jalan, di masyarakat itu pas lagi kampanye tidak diganggu oleh kegiatan kepala negara,” tuturnya.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi Bertahun-tahun Tak Kunjung Beres, Sindir Kinerja Ganjar?

Andreas menilai kondisi yang relatif aman dan terkendali seperti saat ini tidak mewajibkan Jokowi mengunjungi masyarakat di tengah masa kampanye.

“Kecuali memang ada kondisi seperti bencana yang memerlukan Pak Jokowi untuk ke lapangan, kalau ini kan normal-normal saja,” jelasnya.

Tak menyebutkan secara eksplisit bahwa kunjungan kerjanya sebagai bagian dari kampanye, tapi Andreas menilai kondisi Jokowi cenderung memiliki konflik kepentingan.

“Itu sangat membingungkan masyarakat dan merepotkan petugas, karena pertimbangannya Pak Jokowi punya kondisi conflict of interest,” tandas Andreas. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp