Jateng

Jokowi Minta Penataan Pasar Kota Semarang Tiru Beringharjo, Meski Bertingkat tapi Ramai Pembeli

×

Jokowi Minta Penataan Pasar Kota Semarang Tiru Beringharjo, Meski Bertingkat tapi Ramai Pembeli

Sebarkan artikel ini
Jokowi Minta Penataan Pasar Kota Semarang Tiru Beringharjo, Meski Bertingkat tapi Ramai Pembeli
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo (Jokowi). (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bangunan pasar yang megah dan modern ternyata belum menjamin seluruh area perdagangan ramai aktivitas.

Kondisi itulah yang menjadi perhatian Komisi B DPRD Kota Semarang usai menemukan banyak lapak dan los kosong di lantai atas sejumlah pasar tradisional Semarang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menilai persoalan utama bukan terletak pada fasilitas bangunan, melainkan pada konsep penataan pasar yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pedagang dan kenyamanan pengunjung.

Beberapa pasar yang menjadi sorotan antara lain Pasar Johar, Pasar Kanjengan Baru, dan Pasar Bulu. Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, masih banyak kios dan los di lantai dua hingga lantai atas yang belum pedagang tempati.

“Kami sudah survei dan menemukan ratusan los yang masih kosong. Padahal bangunannya sudah bagus, fasilitas lift barang juga tersedia. Namun hampir semua pasar bertingkat menghadapi persoalan yang sama, yaitu pedagang enggan berjualan di lantai atas,” kata Jokowi, sapaannya, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dalam setiap perencanaan pembangunan pasar di masa mendatang.

Jokowi menilai keberhasilan sebuah pasar tidak hanya di tentukan oleh kemegahan bangunan. Tetapi juga kemudahan distribusi barang serta aksesibilitas bagi pengunjung.

Sebagai perbandingan, Jokowi mencontohkan Pasar Beringharjo di Yogyakarta yang menurutnya berhasil menghidupkan aktivitas perdagangan hingga ke lantai atas.

BACA JUGA: Banyak Lapak Kosong di Pasar Johar, Dewan: Jika Tak Dimanfaatkan Harus Dikembalikan ke Pemerintah 

“Setelah kami melakukan kunjungan ke Beringharjo, terlihat bahwa pasar itu hidup, bersih dan rapi dari lantai bawah sampai lantai empat. Salah satu faktor utamanya karena sistem loading barangnya memungkinkan pedagang membawa barang dagangan dengan mudah hingga ke lantai atas. Selain itu, akses pengunjung juga nyaman sehingga semua area tetap ramai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak pedagang lebih memilih berjualan di area pinggir jalan daripada menempati kios di lantai atas pasar karena mempertimbangkan kemudahan menjangkau pembeli.

Kondisi tersebut pada akhirnya memunculkan persoalan baru, mulai dari kemacetan hingga berkurangnya fungsi pasar yang telah dibangun pemerintah.

Karena itu, Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan memperhatikan aspek desain pasar secara lebih komprehensif, terutama terkait sirkulasi barang dan mobilitas pengunjung.

“Kalau nanti ada pembangunan atau penataan pasar baru, desainnya harus benar-benar memperhatikan kebutuhan pedagang. Jangan hanya membangun gedung bertingkat. Tetapi juga memastikan distribusi barang dan akses pembeli bisa berjalan optimal sampai ke lantai atas,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang saat ini terus melakukan pendataan terhadap lapak-lapak yang belum  pemegang hak kios maupun los manfaatkan.

Pemilik lapak yang tidak menempati tempat usahanya telah Pemkot berikan surat peringatan sebagai bagian dari penataan pasar.

Jika setelah proses peringatan lapak tetap tidak mereka gunakan. Pemerintah berpeluang mengambil alih dan mengalokasikannya kepada pedagang lain yang membutuhkan tempat usaha. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp