SEMARANG, beritajateng.tv – Tim putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) kembali menunjukkan dominasinya di ajang Final Four Proliga 2026 saat melawan Phonska Plus.
Juara bertahan itu sukses menutup putaran kedua dengan kemenangan 3-1 (25-18, 16-25, 25-15, 25-17) atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (19/4/2026) malam.
Kemenangan ini sekaligus memastikan JPE menyabet gelar juara putaran kedua, mengulang pencapaian serupa pada putaran pertama di Solo dua pekan lalu.
Atas prestasi tersebut, JPE berhak membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp60 juta.
Pertemuan kedua tim dipastikan belum berakhir. JPE dan Phonska Plus akan kembali bentrok pada partai puncak grand final yang digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan.
Sejak awal laga, kedua tim tampil dengan strategi berbeda. Baik JPE maupun Phonska Plus memilih merotasi pemain dengan memberi kesempatan kepada skuad pelapis untuk tampil. Meski demikian, intensitas pertandingan tetap terjaga dan berlangsung kompetitif.
Pelatih JPE, Bullent Karsioglu, memberikan kepercayaan kepada Wilma Salas untuk memimpin barisan pemain muda.
Keputusan itu terbukti tepat, setelah JPE langsung tampil agresif dan unggul jauh di set pertama sebelum menutupnya dengan skor 25-18.
Phonska Plus sempat bangkit di set kedua. Perubahan strategi dari pelatih Alessandro Lodi. Termasuk memasukkan Geofani dan Dhea, berhasil membalikkan keadaan.
Tim asal Gresik itu tampil dominan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menang 25-16.
Namun, JPE kembali mengambil kendali permainan pada set ketiga. Kematangan Wilma Salas menjadi kunci kebangkitan tim. Serangan efektif dan minim kesalahan membuat JPE melesat dan menutup set dengan skor 25-15.
Memasuki set keempat, duel berlangsung ketat di awal. Tetapi JPE mampu menjaga konsistensi permainan hingga akhirnya menjauh di poin-poin krusial dan memastikan kemenangan 25-17.
Pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi, mengakui rotasi
merupakan bagian dari strategi menghadapi grand final.
“Ini memang strategi kami untuk pertandingan final nanti. Kami ingin menjaga kondisi pemain inti,” ujarnya.
Ia juga menyoroti jadwal padat yang harus dijalani tim.
BACA JUGA: LavAni Sempurna di Final Four Proliga 2026: Juara Putaran Kedua Usai Tundukkan Bhayangkara Presisi
“Final dimainkan dalam tiga hari berturut-turut, jadi kami perlu mengatur energi pemain. Sekaligus evaluasi dengan memberi kesempatan semua pemain tampil,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Phonska Plus, Bela Sabrina, mengaku timnya sempat mengalami tekanan mental.
“Terus terang kami sempat nervous lagi, tapi kami sudah berusaha maksimal. Hasilnya sudah terlihat,” katanya.
Di kubu JPE, Bullent Karsioglu menyebut kemenangan ini menjadi bukti kesiapan tim, termasuk kontribusi pemain pelapis.
“Ini momen yang kami tunggu, memberi kesempatan pemain pelapis. Mereka tampil bagus dan kami bisa meraih kemenangan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penampilan sejumlah pemain muda.
“Bukan hanya Tina, tapi juga Fiola. Mereka akan sangat penting untuk pertandingan final nanti,” tambahnya.
Salah satu pemain JPE, Tina, mengungkapkan rasa bahagianya atas hasil tersebut.
“Kami sempat nervous, tapi senang bisa menang dan membantu tim,” ucapnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi JPE jelang grand final. Di sisi lain, Phonska Plus tetap membawa catatan positif dari performa pemain pelapis yang menunjukkan potensi besar untuk laga penentuan nanti. (*)
Editor: Elly Amaliyah





