Video baru di posting di akun ofisial Ahmad Luthfi-Taj Yasin pada 9 November 2024, sehari sebelum Debat Pilgub Jateng kedua. Sehari sebelumnya, 8 November 2024, Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke luar negeri.
Yang menjadi pertanyaan, ada jeda 6 hari sejak video diambil hingga di posting. Apakah ini murni strategi, menunggu timing yang tepat, atau ada keragu-raguan untuk menyebarkan video tersebut, Saya kurang tahu pasti. Yang jelas, postingan video tersebut tak ada di akun Instagram pribadi Prabowo Subianto.
Sebagai Presiden, Prabowo Subianto memegang kekuasaan tertinggi di Republik ini. Ia adalah Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, sekaligus Pimpinan Tertinggi TNI. Dengan posisi tersebut, Prabowo punya kesempatan berada di atas kepentingan partai dan menjadi simbol persatuan.
Dukungan Prabowo tersebut dikhawatirkan disikapi lain oleh instansi dan lembaga di bawahnya. Padahal, mereka selama ini terus diserukan untuk netral dalam Pilkada.
BACA JUGA: Pengamat Undip: Dukungan ke Luthfi-Yasin Turunkan Marwah Prabowo sebagai Presiden
Selain sebagai Presiden, Prabowo Subianto juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra. Ini yang dijadikan alasan bahwa dukungan Prabowo menjadi wajar karena Gerindra ikut menjadi partai pengusung Luthfi-Yasin.
Namun lagi-lagi pertanyaan muncul, mengapa hanya Luthfi-Yasin yang mendapat dukungan terbuka. Apalagi mengingat keduanya bukan kader Gerindra. Prabowo tak melakukan hal yang sama untuk Dedi Mulyadi yang maju Pilgub Jawa Barat dan Andra Soni, saat ini bertarung di Pilgub Banten. Keduanya adalah kader tulen Gerindra.
Maka timbul spekulasi, bahwa meminta dukungan Prabowo merupakan jurus terakhir Luthfi-Yasin. Terlebih jika melihat hasil survei Litbang Kompas. Ektabilitas Andika Perkasa-Hendrar Prihadi mencapai 28,8 persen, sedangkan Ahmad Luthfi-Taj Yasin mencapai 28,1 persen. Andika-Hendi unggul tipis, meski selisihnya masih dalam margin of error.


