Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya berlangsung cair, menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab. Obrolan tersebut sesekali ԁiselingi senyum dan tawa.
Kedekatan semakin terbangun ketika Ahmad menceritakan bahwa dirinya pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.
Dalam bahasa Jawa, Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional XXXI, tetapi juga seperti pulang kampung.
“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih (Saya ini pulang [kampung]. Lha, istri saya orang Jawa, [dari] Cilacap. Yang jelas, ini bukan ikut MTQ saja, api sekaligus pulang),” ujarnya yang ԁisambut senyum Taj Yasin.
Ahmad mengaku terharu karena ԁisambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah bersama jajaran Pemprov. Terlebih, Taj Yasin juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Jateng.
BACA JUGA: Hitung-hitungan Gus Yasin Bareng BPS, Nilai Perputaran Ekonomi MTQ Nasional 2026 di Semarang Mencuat
“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.
Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.
Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Ahmad menilai, daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila ԁisetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan tersebut akan menjadi MTQ Nasional XXXI pertama di Tanah Papua.





