SEMARANG, beritajateng.tv – PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang bekerja sama dengan Komunitas Pecinta Kereta Api (IRPS) menggelar acara peresmian dan tasyakuran preservasi di Stasiun Bedono.
Acara ini berlangsung di Stasiun Bedono, Kabupaten Semarang, sebagai upaya bersama dalam melestarikan cagar budaya perkeretaapian yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kegiatan preservasi ini berlangsung selama 26 hari, mulai dari 23 September hingga 18 Oktober 2024.
BACA JUGA: Daop 4 Semarang Rayakan HUT ke-79 KAI dengan Bagikan Ribuan Cup Kopi Gratis ke Pelanggan
Selama periode tersebut, tim dari KAI dan Komunitas IRPS bekerja sama melakukan pengecatan ulang pada beberapa struktur penting di stasiun. Seperti corong air, sistem persinyalan, dan sepur putar.
Pengecatan ini tidak hanya memperbarui tampilan fisik bangunan. Tetapi juga mengembalikan warna asli setiap objek sesuai dengan dokumentasi sejarah, sehingga estetika dan nilai sejarah tetap terjaga.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa partisipasi anggota Komunitas IRPS sangat penting dalam kegiatan ini.
“Kerja sama ini merupakan contoh nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pelestarian warisan perkeretaapian di Indonesia,” ujar Franoto.
Sejarah Stasiun Bedono
Stasiun Bedono, berdiri pada era kolonial Belanda, terletak di jalur kereta api Ambarawa – Bedono.
Ini merupakan salah satu rute bersejarah dengan pemandangan pegunungan yang indah, stasiun ini memiliki arsitektur khas zaman tersebut, menjadikannya bagian dari cagar budaya yang patut dijaga.
“Preservasi ini adalah wujud komitmen KAI untuk menjaga bangunan cagar budaya dengan nilai sejarah yang tinggi. Dengan melibatkan komunitas seperti IRPS, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian aset-aset bersejarah perkeretaapian lainnya,” tambah Franoto.
Selain pengecatan, kegiatan ini juga mencakup pembersihan area taman di sekitar Stasiun Bedono. Dengan kondisi stasiun yang tidak lagi aktif, area tersebut sempat terlihat kurang terawat. Melalui aksi ini, lingkungan stasiun tampak asri dan nyaman, mencerminkan keindahan stasiun di masa lalu.





