“Evaluasi dari pertandingan kemarin melawan Kudus, yang perlu saya kendalikan adalah emosi anak-anak. Kebanyakan bukan masalah teknis, tetapi emosionalnya yang harus kita kondisikan,” ujarnya.
Selain pengendalian emosi, Dhofir juga memberikan perhatian khusus terhadap kebugaran pemain. Jadwal pertandingan yang berlangsung berdekatan membuat proses pemulihan atau recovery menjadi faktor penting untuk menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera.
“Tiga hari berturut-turut menjalani pertandingan maraton seperti ini, kalau tidak pintar melakukan pemulihan (recovery), ya bisa selesai. Dengan jeda pertandingan hanya sehari, kondisi pemain perlu diperhatikan. Kalau masih seperti ini, risiko cedera cukup tinggi,” katanya.
Dhofir berharap para pemain mampu menjaga kondisi fisik dan mempertahankan semangat juang menjelang pertandingan berikutnya.
“Intinya, tekad anak-anak memang bulat. Harapan saya, kerja keras hari ini jangan sampai disia-siakan. Untuk pertandingan melawan Solo, semangat juang anak-anak harus kita pompa lagi agar bisa memenangkan pertandingan dan lolos ke final,” tandasnya.
Kapten tim sepak bola Porprov Kota Semarang, Ilham Andreyanto, juga menegaskan kesiapan timnya untuk bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya.
Ia menyebut hasil pertandingan sebelumnya melawan Kabupaten Demak menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemain. Kekalahan tersebut mendorong tim untuk memperbaiki penampilan dan berjuang meraih hasil maksimal.
“Teman-teman bekerja lebih keras lagi, tentunya karena kemarin ada sedikit hal yang membuat kami tidak puas setelah kalah melawan Demak,” kata Ilham.
Dari sisi kebugaran, Ilham menilai kondisi para pemain masih cukup baik meski harus menjalani pertandingan dengan jeda yang relatif singkat. Sejumlah pemain juga memiliki pengalaman bersama klub dan akademi sepak bola.
“Kalau kondisi saya lihat cukup baik. Beberapa pemain ada yang bermain di Elektro Academy, PSIS, dan Java, jadi mungkin kondisi teman-teman cukup baik,” ujarnya.
Menghadapi Surakarta, Ilham menegaskan timnya tidak memiliki pilihan selain membidik kemenangan demi menjaga peluang melaju ke babak selanjutnya.
“Tentunya kami tetap menargetkan kemenangan. Mau tidak mau, kalau ingin lolos, kami harus menang. Kami optimistis,” tegasnya.





