Gaya Hidup

Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar di Bulan Suci Ramadhan? Simak Informasinya Berikut ini

×

Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar di Bulan Suci Ramadhan? Simak Informasinya Berikut ini

Sebarkan artikel ini
khutbah jumat
Ilustrasi. Khutbah Jumat Mei 2026. Sumber: freepik.

SEMARANG, beritajateng.tv – Meskipun tidak ada tanggal pasti untuk malam Lailatul Qadar, beberapa ulama besar telah memberikan perkiraan. Sebagai contoh, Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa malam yang lebih mulia dari seribu bulan itu kemungkinan jatuh pada tanggal 21 dan 23 Ramadan.

Di sisi lain, ulama Syafi’iyah Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunahnya memperkirakan bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan jatuh pada tanggal 27 Ramadan. Hal ini berdasarkan dari hadits yang diriwayatkan Ubai bin Ka’ab, ia berkata:

“Demi Allah yang tidak ada tuhan selain Dia, sesungguhnya lailatul qadar itu berada dalam bulan Ramadan. Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui malam ke berapakah dia? Dia adalah malam yang kita diperintahkan untuk menghidupkannya, yaitu malam ke-27. Tandanya, matahari pada pagi harinya tampak putih tak bersinar,”

Berikut ini beberapa tanda-tanda munculnya malam tersebut. Dengan begitu kita dapat merasakan dan membedakan kemunculan malam tersebut pada malam-malam di bulan suci Ramadhan.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Udara Angin yang Tenang

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari Matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan,” (HR Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi).

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Aston Inn Pandanaran Semarang Adakan Paket Buka Puasa Murah Hingga Undian Voucher Kamar

Malam Begitu Cerah

“Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam ke-27 (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya Matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru,” (HR Muslim).

Langit Terlihat Indah

“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, binatang tidak nampak dan pada siang harinya Matahari bersinar tidak begitu panas,” (HR Ahmad).

Terbit Matahari tidak Menyengat

“Pagi hari dan malam lailatul qadar terbit Matahari tidak menyengat bagaikan bejana sampai meninggi,” (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Daud).