SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Otto Hasibuan, menilai penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sudah menunjukkan titik terang.
Menurut Otto, perkara tersebut saat ini telah masuk dalam proses hukum dan aparat berwenang tangani, sehingga tidak bisa di sebut belum jelas.
“Saya kira titik terangnya sudah ada. Ini kan sudah masuk dalam proses, sudah ditangani oleh yang berwajib, jadi saya kira sudah jelas, ini sudah terang malah,” ujarnya usai menghadiri seminar nasional di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Sabtu, 11 April 2026 sore.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden telah memberikan perhatian terhadap kasus tersebut dan meminta agar di selesaikan secara tuntas. Bahkan, langkah konkret seperti pergantian Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) serta penangkapan pelaku disebut menjadi bukti keseriusan penanganan.
“Pak Presiden sendiri sudah bicara bahwa itu harus diselesaikan. Bahkan Kepala BAIS sudah diganti, pelaku sudah ditangkap, sekarang tinggal proses hukum,” katanya.
BACA JUGA: Tokoh Lintas Agama Semarang Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Otto menekankan bahwa proses hukum membutuhkan waktu dan tidak bisa terselesaikan secara instan. Ia memastikan kasus ini akan terus di usut hingga tuntas sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jadi, saya kira bukan tidak jelas, tapi kan proses hukum ada waktunya. Tidak simsalabim, dan tentunya pengusutannya sampai tuntas,” tegasnya.
Terkait aksi demonstrasi yang sempat muncul di berbagai daerah. Otto menilai kondisi saat ini justru menunjukkan situasi yang lebih kondusif.
“Kalau ada demo itu berarti tandanya tidak selesai. Sekarang demonya tidak ada lagi, berarti sudah tertangani dengan baik. Nah itu tandanya,” jelasnya.
Ia berpendapat, meredanya aksi demo menjadi indikasi bahwa penanganan telah berjalan dengan baik dan saluran aspirasi publik sudah terbuka.





