SEMARANG, beritajateng.tv – Ahli kriminologi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budhi Wisaksono, meyakini tindak penembakan kepada Gamma Rizkynata Oktafandy amat memprihatinkan.
Menurut Budhi, penembakan oleh anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin, ini menyalahi prosedur. Sebab, walaupun Gamma merupakan anggota gangster sekalipun, hal itu tidak lantas membuat tindakan penembakan dibenarkan.
“Jelas sangat memprihatinkan. Kecuali memang yang tertembak itu benar-benar penjahat atau setidaknya sudah benar-benar melakukan kejahatan. Meskipun pelaku kejahatan itu tidak terus otomatis bisa polisi bunuh,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Senin, 2 Desember 2024.
Budhi menuturkan, polisi memegang senjata memiliki dua tujuan utama. Pertama, yakni untuk melumpuhkan seseorang yang menurut dugaan telah melakukan tindak pidana, atau, seseorang yang akan membahayakan orang lain termasuk si polisi itu sendiri.
BACA JUGA: Keluarga Ungkap CCTV Rekam Detik-detik Polisi Tembak Gamma: Tak Ada Tawuran atau Perlawanan
Kedua, untuk membela diri jika terancam. Itu pun, kata Budhi, harus melihat sejauh mana tingkat bahaya dan ancamannya. Serta, apa perlu sampai harus melumpuhkan atau menembak.
Budhi menilai, banyaknya kabar yang masih simpang siur di media pemberitaan maupun media sosial membuat kasus ini perlu mendapat perhatian khusus. Terlebih, pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jawa Tengah.
“Memang harus kita tunggu dan kawal terus sikap dan tindakan pihak kepolisian yang telah mendapatkan pelaporan,” papar Budhi.
Desak Mabes Polri turun tangan selidiki kasus penembakan Gamma
Lebih lanjut, Budhi menegaskan polisi perlu mengusut tuntas kasus tewasnya Gamma secara serius, profesional, dan tanpa memihak siapa pun. Sebab, menurutnya, citra kepolisian telah tercoreng sejak banyaknya kasus yang mencederai institusi ini.
Sebut saja mulai dari kasus Fery Sambo, Vina, hingga guru Supriyani. Jangan sampai, kata dia, penanganan kasus Gamma menambah kebobrokan Polri.
“Ini sangat perlu untuk menjaga citra dan kredibilitas Polri dalam pandangan masyarakat. Yang menurut saya sudah sugguh sangat memalukan dan memprihatinkan,” kata Budhi yang telah menjadi pengamat kepolisian sejak tahun 1989 lalu.
BACA JUGA: Profil Kombes Pol Irwan Anwar, Namanya Jadi Sorotan dalam Kasus Polisi Tembak Siswa SMK Semarang
Budhi menganggap, kasus penembakan oleh Aipda Robig kepada Gamma telah menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, ia menyarankan agar Mabes Polri dapat segera turun tangan langsung menyelidiki dan menyidik kasus ini.
“Saya menyarankan agar pihak Mabes Polri bisa secara langsung ikut menyelidiki dan menyidik perkara ini agar bisa terbuka secara transparan dan tertangani dengan benar dan adil,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





