BLORA, beritajateng.tv – Hingga hari keempat, kebakaran yang bersumber dari sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, masih menyala meskipun intensitasnya mulai berkurang.
Lokasi kebakaran sumur minyak yang terletak di tengah pemukiman warga dan daerah pegunungan ini menyulitkan upaya pemadaman oleh petugas.
Kepolisian Polres Blora telah memeriksa dua belas saksi terkait insiden ini. Kasubbag Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan para saksi, kebakaran terpicu oleh blow up sumur yang terbakar. Hal tersebut yang menyebabkan minyak mengalir melalui selokan sebelum terbakar.
“Puluhan warga sebelumnya mencoba mengambil minyak mentah yang mengalir, namun naas, tiba-tiba aliran tersebut terbakar, menyebabkan mereka panik dan berlari menyelamatkan diri. Lima orang korban yang mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut, tidak menyadari adanya api, sehinnga mereka menjadi korban,” ungkapnya, Rabu, 20 Agustus 2025.
BACA JUGA: Kebakaran Sumur Blora Masih Berlanjut, Warga Mengungsi Kekurangan Peralatan
Upaya pemadaman kebakaran dilakukan dengan bekerja sama dengan ESDM dan Pertamina, menggunakan foam dan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum.
Pertamina berencana menutup sumur untuk mengalihkan aliran minyak. Hal ini karena kondisi sumur tidak memenuhi standar.
Empat alat berat masih aktif membantu membuat tanggul untuk meminimalisir penyebaran api, sementara petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan Satpol PP terus berjaga di posko darurat.
Insiden ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga desa setempat. Mereka merasakan ketakutan dan kekhawatiran setelah menyaksikan ledakan dan asap tebal yang membumbung tinggi saat api mengalir menuju sumur.
BACA JUGA: Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Gegerkan Warga: Satu Tewas, Dua Terluka
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan agar kejadian serupa tidak terulang. Polisi juga mengimbau warga untuk tidak mendekati area berbahaya dan melaporkan aktivitas ilegal terkait sumur minyak. (*)
Editor: Farah Nazila













