SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10,5 juta ton pada 2026.
Target tersebut melampaui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan disiapkan untuk menguatkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut penyusunan target itu sejalan dengan arah kebijakan Gubernur Jawa Tengah.
BACA JUGA: Pusdataru Jateng Ungkap Alih Fungsi Lahan jadi Pemicu Banjir Bandang Guci Tegal
“Prioritas kami sesuai dengan Pak Gubernur, Jawa Tengah menjadi lumbung pangan pendukung lumbung pangan nasional. Oleh karena itu target kami enggak main-main, sampai 10,5 juta ton GKG,” ujar Fransisco saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurutnya, capaian tersebut dinilai realistis jika produksi daerah lain tidak mengalami lonjakan signifikan. Ia menjelaskan, GKG atau gabah kering giling merupakan gabah yang siap digiling dan menjadi indikator utama produksi beras.
“Kalau Jawa Barat dan Jawa Timur tetap seperti tahun ini, walaupun sudah tinggi, Jawa Tengah bisa bersaing dan mudah-mudahan bisa jadi nomor satu,” katanya.
Alih Fungsi Lahan Jadi Tantangan Terbesar, Jateng Tertinggi Secara Nasional
Di balik target produksi tinggi itu, Fransisco mengakui Jawa Tengah menghadapi tantangan serius berupa alih fungsi lahan pertanian. Ia menyebut, Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan angka alih fungsi lahan tertinggi.
Berdasarkan data ATR/BPN, kata dia, luas lahan pertanian di Jawa Tengah terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir.
“Alih fungsi lahan ini jadi tantangan terbesar di Jawa Tengah. Kita nomor satu yang paling besar alih fungsinya. Dari 2019 ke 2024 itu sudah turun sekitar 62.000 hektare. Dari 2024 ke 2025 turun lagi sekitar 17.000 hektare,” kata Fransisco.
Alih fungsi lahan tersebut, menurutnya, mayoritas berubah menjadi bangunan nonpertanian. “Kebanyakan beralih ke bangunan. Ada yang jadi perumahan, gudang, pom bensin, dan sebagainya,” jelasnya.





