Viral

Apa itu Child Grooming? Viral Lewat Kisah Masa Lalu Aurelie Moeremans

×

Apa itu Child Grooming? Viral Lewat Kisah Masa Lalu Aurelie Moeremans

Sebarkan artikel ini
Child Grooming
Child Grooming. Ig/@aurelia

SEMARANG, beritajateng.tv – Isu child grooming saat ini menjadi perbincangan public lewat postingan buku Broken Strings karya dari seorang aktris Aurelie Moeremans.

Kisah lamanya tertulis secara terang-terangan yang memuat peristiwa kelamnya saat berusia 15 tahun di buku tersebut.

Melalui tulisannya, Aurelie mengungkapkan bagaimana ia mengalami relasi tidak sehat. Relasi tersebut dengan seseorang yang usianya jauh lebih dewasa ketika ia masih remaja.

BACA JUGA: SDN Gemah Semarang Hadirkan Inovasi Kamis Literasi dan Educaplay: Baca Buku-Belajar Interaktif

Hubungan tersebut, yang awalnya tampak seperti perhatian dan kedekatan emosional. Perlahan berkembang menjadi bentuk manipulasi yang berdampak pada kondisi psikologisnya, ia terbaluti oleh kata cinta yang tidak sebenarnya.

Aurelie menyebut pengalaman tersebut sebagai bagian dari child grooming, yakni proses pendekatan dan manipulasi emosional yang kerap tidak tersadari oleh korban.

Dalam kasus seperti ini, pelaku biasanya membangun kepercayaan dan ketergantungan sebelum akhirnya melakukan kontrol terhadap korban. Kontrol tersebut  bertujuan untuk mengekploitasi atau pelecehan seksual terhadap anak tersebut.

Pengakuan Aurelie menuai perhatian karena membuka diskusi tentang bahaya child grooming, terutama pada anak dan remaja.

Isu ini dinilai masih sering luput dari perhatian masyarakat karena prosesnya berlangsung secara bertahap. Selain itu juga kerap disalah artikan sebagai hubungan biasa.

BACA JUGA: BI Jateng Gelar Bedah Buku 1830 Bersama Peter Carey, Bangkitkan Warisan Perjuangan Diponegoro

Lewat Broken Strings yang kini viral di media sosial, Aurelie berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi publik agar lebih waspada terhadap tanda-tanda relasi yang tidak sehat.

Ia juga mendorong pentingnya peran lingkungan sekitar dalam melindungi anak dan remaja dari potensi eksploitasi.

Tulisan kisah Aurelie tidak hanya menjadi catatan pribadinya, tetapi juga menjadi upaya Aurelie untuk bersuara dan memberikan pemahaman tentang dampak jangka panjang child grooming terhadap korban.

Hingga saat ini dapat membuka pemahaman orang lain agar tetap berhati-hati dan waspada.

Dari kisahnya kita dapat pelajaran berharga tentang menjalani relasi. (*)