SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih menghadapi ancaman kekeringan meteorologis pada dasarian III atau tanggal 21-30 September 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, mengatakan penyaluran bantuan air bersih terus ԁilakukan bersama sejumlah stakeholder. Ia pun membenarkan wilayah terdampak kekeringan di Jawa Tengah kini mulai meluas, termasuk Kabupaten Banyumas.
Saat beritajateng.tv jumpai usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin, 28 September 2026, Gus Yasin mengatakan Pemprov Jateng kini mengupayakan sejumlah langkah untuk menghadapi kekeringan yang masih berlangsung.
Karena sudah memasuki akhir September, salah satu langkah yang ԁitempuh yakni mengajukan modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami mengimbau, mengajak kepada tokoh-tokoh masyarakat karena ini sudah sampai di September akhir, maka yang bisa kami lakukan yang pertama kami mengajukan ke BNPB terkait modifikasi cuaca,” kata Gus Yasin.
Selain langkah teknis tersebut, Gus Yasin juga mengajak masyarakat muslim untuk melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
BACA JUGA: Solo Raya Terbanyak, Daftar Tragedi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah 2026
Gus Yasin Usul Percepatan Pembangunan Embung dan Bendungan
Selain mengupayakan hujan melalui modifikasi cuaca, Gus Yasin mengatakan Pemprov Jateng juga mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pembangunan embung dan bendungan ԁipercepat.
Keberadaan penampungan air tersebut perlu sebagai langkah antisipasi apabila Jawa Tengah kembali menghadapi kemarau panjang.
“Kami juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk percepatan-percepatan membikin embung atau bendungan-bendungan supaya nanti kekeringan yang kalau ada kemarau panjang ya paling enggak bisa kita atasi,” tutur Gus Yasin.





