“26 persen lahan kita adalah lahan tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan, sedangkan 74 persen sisanya merupakan lahan irigasi,” jelasnya.
Menurut Tavares, lahan tadah hujan umumnya akan teralihkan untuk menanam varietas padi yang lebih sesuai dengan kondisi lahan kering ketika memasuki musim kemarau. Salah satunya yakni Padi Gogo.
“Lahan tadah hujan ini biasanya akan dialihkan untuk ditanami varietas Padi Gogo, yakni padi yang memang dikhususkan untuk lahan kering,” katanya.
BACA JUGA: Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan
Ia menjelaskan, Padi Gogo memiliki karakteristik berbeda dengan varietas padi yang biasa di tanam di sawah.
“Berbeda dengan varietas Inpari 32 yang biasa ditanam di sawah, Padi Gogo ini teksturnya pera, tidak pulen. Di daerah Sumatra justru banyak yang suka Padi Gogo karena kadar gulanya diyakini lebih rendah dibandingkan beras yang pulen,” terang Tavares.
Lahan tadah hujan tersebut paling banyak tersebar di Kabupaten Grobogan dan Wonogiri. Jika kondisi lahan sudah tidak memungkinkan untuk ditanami padi, petani akan memilih komoditas lain seperti palawija.
“Kalau memang sudah sama sekali tidak bisa tertanami padi, para petani biasanya akan beralih menanam palawija. Misalnya di Demak mereka akan beralih menanam kacang hijau, sedangkan di Kendal banyak yang beralih menanam tembakau,” ujarnya.
Petakan Titik Kekeringan
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah telah memetakan lahan yang berpotensi mengalami kekeringan sekaligus mencari sumber air terdekat.
Pemetaan terlaksana dengan menggabungkan atau overlay peta kekeringan dengan peta sumber air milik Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Dari situ kita bisa melihat koordinat lahan yang berpotensi kekeringan dengan jarak ke sumber air terdekatnya,” kata Tavares.
Setelah titik rawan kekeringan teridentifikasi, bantuan sesuai kondisi wilayah. Bantuan tersebut antara lain berupa pompa air serta pembangunan sumur dangkal maupun sumur dalam.
Dinas Pertanian dan Peternakan juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk penyediaan pompa, sumur, hingga jaringan pendukungnya.





