Jateng

Kemarau Ekstrem Ancam Produksi Padi di Jateng, Distanak Khawatir Penurunan Panen Lebih dari Empat Persen

×

Kemarau Ekstrem Ancam Produksi Padi di Jateng, Distanak Khawatir Penurunan Panen Lebih dari Empat Persen

Sebarkan artikel ini
Banjir Sawah | Alih Fungsi Lahan | Distanbun 2026
Kepala Distanbun Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, saat dijumpai di lantai 4 Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 24 Juli 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Bantuan paling banyak berupa pompa air. Ada juga bantuan pembuatan sumur, baik sumur dangkal maupun sumur dalam,” jelasnya.

Di lapangan, bantuan tersebut terkenal dengan istilah Irigasi Pompa (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip). Tavares mencontohkan penanganan di Kendal dan Magelang. Air dari sungai dipompa dan dinaikkan agar dapat dialirkan menuju lahan pertanian.

“Petani yang dulunya sampai menangis karena tidak bisa menanam, sekarang akhirnya bisa menanam. Titik krusialnya memang ada pada pencarian letak sumber air tersebut,” tuturnya.

Namun, kondisi setiap daerah berbeda. Di Grobogan, sumber air yang diandalkan salah satunya berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menerangkan, pembangunan sumur di wilayah tersebut harus menggunakan sumur dalam sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

“Kalau mau membuat sumur harus sumur dalam, padahal membuat sumur dalam memakan waktu. Sementara kita dalam pengejaran waktu tanam,” katanya.

Sementara di sejumlah wilayah Tegal, kebutuhan air dapat terpenuhi melalui sumur dangkal. Bahkan, petani bersedia melakukan pengeboran secara mandiri, sedangkan pompa dan pipa, pemerintah yang membantu.

Bagi petani yang masih membutuhkan bantuan, pengajuan dapat terlaksana melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Dari PPL kemudian pihak kabupaten/kota ketahui, kemudian lapor kepada kita di provinsi. Setelah kita verifikasi, laporannya akan diteruskan ke BSIP selaku perwakilan Kementerian Pertanian di provinsi,” jelas Tavares.

Setelah tersetujui, bantuan akan diberikan kepada petani. Sumber bantuan dapat berasal dari pemerintah pusat melalui Kementan, Pemprov Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/kota.

52 Persen Saluran Irigasi Jateng Masih Berupa Tanah

Selain menyediakan sumber air alternatif, Dinas Pertanian dan Peternakan juga melakukan perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian. Tahun ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah menargetkan pengerjaan sekitar 334 unit Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

“Untuk RJIT itu memang ada di ranah kami. Tahun ini targetnya cukup banyak, ada sekitar 334 unit yang sedang dalam proses,” ungkapnya.