Jateng

Kemarau Masih Sampai September, Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah Ini Dilanda Kekeringan

×

Kemarau Masih Sampai September, Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah Ini Dilanda Kekeringan

Sebarkan artikel ini
BPBD Jateng Air | Kekeringan Jawa Tengah | BMKG Kekeringan | ilustrasi kekeringan | Bencana Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah saat ini sedang mengalami kekeringan di tengah musim kemarau 2024.

Beberapa daerah tersebut antara lain: Grobogan sebanyak 53 desa, Cilacap dengan 17 desa, Pati 16 desa, Banyumas dan Purworejo masing-masing 15 desa, serta Blora, Rembang, Sragen, dan Klaten dengan jumlah desa terdampak bervariasi.

Dari daftar itu, Kabupaten Grobogan menjadi wilayah yang paling parah terdampak kekeringan di Jawa Tengah pada tahun 2024.

BACA JUGA: Grobogan Alami Kekeringan Terparah, BPBD Jateng: Tetapkan Status Siaga Darurat

Menurut Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Jateng, Muhammad Chomsul, sebanyak 53 desa di Grobogan mengalami dampak kekeringan yang cukup serius.

Chomsul mengungkapkan bahwa sejak 24 Mei hingga 16 Agustus 2024, BPBD Jawa Tengah telah menyalurkan sekitar 6.346.000 liter air bersih kepada daerah-daerah terdampak. Kabupaten Klaten tercatat sebagai penerima terbesar, yakni sebanyak 2.000.000 liter air bersih.

Pihak BPBD terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan air tetap tersedia di daerah-daerah yang membutuhkan.

BACA JUGA: Empat Bulan Terakhir Tak Turun Hujan, Embung di Blora Kekeringan Parah, Tanah Sampai Retak-retak

Saat ini, 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Di antaranya yakni Cilacap, Temanggung, Grobogan, Klaten, Batang, Karanganyar, Rembang, Banyumas, Boyolali, dan Demak.

Status siaga darurat ini perkiraan akan berlangsung hingga musim kemarau berakhir pada September 2024.

Meski tak langsung terpengaruh fenomena El Nino, BPBD Jawa Tengah tetap melakukan berbagai langkah antisipasi, terutama dalam menjaga ketersediaan air di waduk-waduk dan embung.

BACA JUGA: Sebanyak 30 Daerah di Jateng Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, Maksimalkan Droping Air Bersih

Situasi kekeringan di Jawa Tengah ini terus BPBD pantau secara ketat untuk meminimalisir dampak yang lebih luas.

Berbagai upaya antisipasi terus BPBD lakukan, termasuk persiapan air di waduk-waduk dan embung untuk mengatasi potensi kekeringan yang lebih parah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp