SEMARANG, beritajateng.tv – Belakangan ini, platform TikTok viral dengan tren baru bernama “Marriage is Scary,” di mana banyak warganet berbagi pengalaman dan ketakutan mereka terkait pernikahan.
Salah satu video yang viral yakni seorang pengguna yang menunjukkan percakapan dengan calon suaminya yang meminta agar mereka menjalani pernikahan terbuka atau open marriage.
Lantas, apa itu open marriage? Open marriage ialah bentuk hubungan pernikahan di mana kedua pasangan setuju untuk memiliki hubungan romantis atau seksual di luar pernikahan mereka.
Hal itu berbeda dengan konsep monogami tradisional, di mana kesetiaan satu sama lain menjadi landasan utama.
BACA JUGA: 5 Tahun Menikah, Cut Intan Nabila Speak Up soal Dugaan KDRT dan Selingkuh
Pada hubungan open marriage, pasangan biasanya menetapkan aturan dan batasan atas kesepakatan bersama demi menjaga transparansi dan keharmonisan.
Meskipun istilah open marriage sering terdengar belakangan ini, konsep ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan berlangsung dalam berbagai budaya di sepanjang sejarah.
Perbedaan utama antara open marriage dan perselingkuhan yaitu adanya kesepakatan bersama.
Dalam open marriage, pasangan dengan sadar dan saling merestui keterlibatan pihak eksternal dalam hubungan mereka. Inilah yang membuat beberapa pasangan lebih memilih open marriage daripada berselingkuh.
Tantangan open marriage yang viral
Namun, ada beberapa tantangan yang sering muncul dalam menjalani open marriage. Perasaan cemburu dan ketidakamanan adalah salah satu tantangan terbesar yang pengelolaannya harus baik.
Selain itu, stigma dan penilaian sosial juga sering kali menjadi tekanan bagi pasangan yang memilih jalan ini.
Tak kalah penting, komunikasi yang jujur dan terbuka perlu penjagaan konsisten untuk memastikan kelangsungan hubungan yang sehat.
BACA JUGA: Kontradiksi Pandangan ‘Normal’ Pernikahan Dini
Bagi pasangan yang mempertimbangkan open marriage, penting untuk memastikan bahwa bentuk hubungan ini sesuai dengan nilai dan kebutuhan masing-masing.
Keberhasilan dalam menjalani open marriage sangat bergantung pada pemahaman yang kuat, kesepakatan yang jelas, serta kemampuan kedua belah pihak untuk mengatasi tantangan emosional yang mungkin muncul.





