Peristiwa

Kenakan Baju Bertuliskan ‘Bawaslu’, Mayat Ditemukan Terapung di Kolam Limbah Tinja Kota Semarang

×

Kenakan Baju Bertuliskan ‘Bawaslu’, Mayat Ditemukan Terapung di Kolam Limbah Tinja Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
Mayat Kendal | Mahasiswa Unnes | Narapidana Semarang Tewas | Karaoke Semarang | Tawuran Genuk | ASN Temanggung | Ibu Semarang | Duel Pelajar Semarang | Lansia Semarang Barat | Darso | Pembunuhan Peterongan | Mayat Kendal | ilustrasi mayat | Mayat Bawaslu | Pengusaha Tembaga
Ilustrasi korban. (Foto: Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terjadi penemuan mayat pria di tengah kolam pembuangan limbah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Semarang. Lebih rinci, mayat pria tersebut tampak mengenakan pakaian berwarna oranye dengan tulisan ‘Bawaslu‘.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Genuk, AKP Sajudin, seorang saksi melaporkan penemuan mayat tertelungkup di salah satu kolam limbah sekitar pukul 08.00 WIB. Pihak kepolisian segera merespons laporan tersebut dan mendatangi lokasi bersama tim Inafis dan relawan.

Evakuasi berlangsung menggunakan alat berat, yakni eskavator. Seorang relawan naik ke atas ekskavator yang mengarah ke lokasi mayat. Jenazah pria tersebut kemudian digiring ke tepian menggunakan kayu sebelum diangkat dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

BACA JUGA: Terjun Hingga Bodi Terbalik, Begini Kronologi Kecelakaan Bus Arah Jakarta di Tol Pemalang, Korban Jiwa 2 Orang

“Setelah berhasil mengambil, kita identifikasi, ternyata di tubuh korban belum ada identitas secara pasti. Namun secara fisik, laki-laki ini berusia kisaran 25-35 tahun,” jelas Sajudin.

Walaupun mayat pria tersebut memakai pakaian bertuliskan ‘Bawaslu‘, namun masih belum jelas apakah ia merupakan petugas dari Bawaslu.

Meski tak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, jenazahnya polisi bawa ke kamar mayat RSUP dr. Kariadi Semarang guna proses visum lebih lanjut.

BACA JUGA: Pria di Semarang Meninggal Gantung Diri, Sempat Adu Mulut dengan Istri

“Saat ini kita akan bawa ke RS Kariadi untuk visum luar, dan mungkin perlu visum dalam atau autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Baru nanti kita akan menginformasikan terkait kematian, apakah ada tanda-tanda kekerasan, kecelakaan, dan sebagainya,” tegas Sajudin.

Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk pengumpulan informasi dari para pekerja proyek tol untuk memastikan apakah korban merupakan salah satu dari mereka. Hingga saat ini, belum ada yang mengenali identitas korban.

Sajudin juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki berusia sekitar 25-35 tahun untuk segera melapor ke Polsek Genuk atau kantor polisi terdekat. (*)