SEMARANG, beritajateng.tv – Inovasi teknologi karya mahasiswa kembali lahir dari kampus. Mahasiswa Program Studi Smart Industrial Engineering Binus University Semarang menghadirkan berbagai prototipe Smart City dan Smart Factory berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta teknologi 3D Printing untuk menjawab tantangan era Industri 4.0.
Sebanyak 10 kelompok mahasiswa semester empat menampilkan diorama interaktif yang hadir sebagai solusi bagi kebutuhan industri dan perkotaan modern.
Lima tim mengembangkan konsep Smart City, sementara lima tim lainnya fokus pada Smart Factory.
Ketua Program Studi Smart Industrial Engineering Binus University Semarang, Taufik, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Additive and Manufacturing Process yang mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis teknologi.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan solusi nyata melalui pemanfaatan IoT, AI, dan teknologi manufaktur modern. Harapannya, prototipe ini dapat berkembang menjadi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Beragam inovasi terpajang, mulai dari Smart Parking System, Smart Greenhouse, Smart Irrigation, Smart Logistics, hingga Smart Warehouse.
Seluruh miniatur, para mahasiswa buat menggunakan teknologi 3D Printing dengan pengembangan selama hampir satu semester.
Dosen Smart Industrial Engineering Binus Semarang, Kumara Pinastika Daraka, menjelaskan proyek tersebut menerapkan metode Project Based Learning. Menggabungkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari desain produk, manufaktur, elektronika, hingga pemrograman.
BACA JUGA: Pendidikan di Era AI Tak Lagi Soal Gelar, BINUS @Semarang Fokus pada Pengalaman Nyata
“Mahasiswa belajar mulai dari merancang ide, membuat desain, mencetak komponen, membangun sistem IoT hingga melakukan pengujian dan evaluasi. Pendekatan ini sangat mereka butuhkan di dunia kerja saat ini,” katanya.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Smart Parking System yang tim mahasiswa beranggotakan Jansen, Rafi, dan Naurah kembangkan.
Sistem ini hadir untuk membantu pengendara mengetahui ketersediaan lahan parkir secara otomatis melalui sensor pintar.
“Masalah parkir masih sering terjadi karena pengendara tidak mengetahui slot yang tersedia. Kami mencoba menghadirkan solusi yang lebih efisien dan terintegrasi,” ujar tim pengembang.
Prototipe tersebut memanfaatkan kombinasi sensor ultrasonik dan inframerah untuk mendeteksi kendaraan secara otomatis.
Meski masih berupa model skala kecil, teknologi tersebut dproyeksikan penerapannya bisa berpusat di tempat perbelanjaan, perkantoran, hingga lingkungan kampus.
Dalam proses pengembangannya, tim juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu untuk mencari referensi dan mempercepat pembuatan kode program.
“AI membantu mempercepat proses pengembangan. Tetapi tetap perlu analisis dan kreativitas manusia untuk menyempurnakan sistem yang dibuat,” jelas mereka.
Dari 10 karya pameran, tiga proyek terbaik akan dipilih untuk mewakili kampus dalam pameran teknologi bersama BRIN dan berbagai pemangku kepentingan di kawasan PRPP Semarang.
Melalui proyek ini, Binus University Semarang menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi inovator yang mampu menghadirkan solusi teknologi bagi industri dan masyarakat. Sekaligus mendukung terwujudnya konsep Smart City dan Smart Factory di Indonesia. (*)





