“Apa yang kita nikmati dulu adalah hasil dari orang tua kita yang menjaga lingkungan. Sekarang giliran kita menanam pohon agar anak cucu kita tetap bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Sumanto gencarkan gerakan Jogo Kali Merawat Bumi
Sumanto saat ini menginisiasi gerakan Jogo Kali Merawat Bumi dengan menanam pohon penyimpan air di daerah sekitar sungai. Aksi tersebut ia gelar setiap pekan di Kabupaten Karanganyar. Gerakan tersebut melibatkan relawan dan para petani di setiap desa.
“Kami melibatkan masyarakat untuk ikut serta. Ada relawan yang menjaga agar pohon yang ditanam tetap terjaga dan tumbuh besar,” ujarnya.
BACA JUGA: Tangkal Radikalisme, Sumanto Minta Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter Siswa
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Widi Hartanto menyoroti ancaman serius pada wilayah pantura. Ia menyebut abrasi dan banjir rob kini sudah berada di depan mata.
“Sepanjang pantura, mulai dari Rembang hingga Brebes banyak lahan yang hilang akibat abrasi. Kondisi terparah terjadi di Semarang, Demak, Batang, Kendal, hingga Pekalongan,” katamya.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah bersama berbagai pihak melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir guna menahan laju abrasi. Selain itu, penghijauan juga perlu pada daerah hulu sungai, termasuk di kawasan Sungai Tuntang yang terhubung dengan Rawapening.
“Pengelolaan daerah aliran sungai harus pemerintah dan warga lakukan secara terpadu, dari hulu hingga hilir, agar keseimbangan fungsi lingkungan, sosial, dan ekonomi tetap terjaga,” tambahnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





