SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan deras yang mengguyur pusat Kota Semarang pada Sabtu malam itu seolah menjadi latar dramatis dari sebuah peristiwa yang kemudian viral di media sosial.
Sebuah mobil Alphard terlihat terobos portal penutup Jalan Pandanaran, merusak pembatas jalan, dan melawan arus di tengah rekayasa lalu lintas.
Aksi itu menuai kritik publik dan memantik perdebatan soal kepatuhan berlalu lintas.
Beberapa hari setelah kejadian, pengemudi mobil tersebut, N.M. Hidayat, akhirnya angkat bicara.
Bersama tim kuasa hukum dari Josant and Friend’s Law Firm, ia menyampaikan klarifikasi resmi di Semarang, Rabu (6/5/2026). Supri Alphard ini sekaligus mengurai kronologi yang terjadinya peristiwa terobos portal saat penutupan SNC.
Dengan nada tenang, Hidayat tidak berusaha mengelak. Ia justru membuka pernyataannya dengan permintaan maaf.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Saya akui itu kesalahan saya dan tidak ada kaitannya dengan pemilik kendaraan,” ujarnya.
BACA JUGA: Fakta-fakta Daycare Jogja yang Viral, Balita Diikat dan Tiduran di Lantai
Pengakuan itu menjadi titik awal penjelasan panjang tentang situasi yang ia hadapi malam itu.
Hidayat mengatakan dia sedang menjalankan tugas sebagai sopir untuk mengantar seorang tamu yang merupakan aktor sekaligus influencer, menuju hotel di kawasan tersebut.
Namun, kondisi di lapangan jauh dari ideal. Sejumlah ruas jalan di pusat kota, khususnya Jalan Pandanaran, tutup sebagai bagian dari pengamanan agenda Semarang Night Carnival (SNC) 2026, rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-479 Kota Semarang.
Penutupan itu berdampak pada kepadatan lalu lintas yang tidak biasa. Hidayat mengaku telah berusaha mencari jalur alternatif dengan memutar ke sejumlah ruas jalan lain. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya sudah mencoba mencari jalan lain dengan memutar, tetapi tetap tidak bisa karena banyak jalan yang tutup. Terlebih kondisi saat itu juga hujan deras, sehingga semakin menyulitkan,” jelasnya.





