Untuk perawatan rutin, pihaknya melakukan pemangkasan dan perapian pohon secara berkala di berbagai ruas jalan. Namun, keterbatasan armada membuat pelayanan belum bisa menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
“Kami lakukan perempelan setiap waktu, jalur per jalur. Tapi karena armada terbatas, layanan harus di bagi antara pemeliharaan rutin dan permintaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penambahan armada menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan bisa berjalan lebih seimbang, baik untuk pemeliharaan maupun penanganan darurat.
“Kalau armada bertambah, kami bisa lebih maksimal dalam merawat pohon sekaligus merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





