Secara fisik, perjalanan tersebut Wawan akui cukup menguras tenaga, utamanya pada bagian kaki. Namun, mereka berdua tetap bertahan hingga tiba di Kota Semarang tanpa mengalami gangguan kesehatan serius.
“Paling terasa di kaki, seperti tidak ada rasa, Alhamdulillah tidak sampai sakit,” tandas Wawan.
APPKB: Jika Tak Long March, Mungkin Pemerintah dan DPRD Provinsi dan Kunjung Paripurnakan Pemekaran Brebes Selatan
Sementara itu, Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB), Agus Sutiono, menyebut aksi jalan kaki tersebut memang membawa pesan yang sama dengan tuntutan masyarakat Brebes Selatan selama ini.
Agus menegaskan, long march dari Bumiayu ke Semarang ԁilakukan untuk menarik perhatian pemerintah agar segera menindaklanjuti usulan pemekaran.
“Tanggal 19 April ԁimulai kemarin. Aksi long march, jalan kaki 180 kilometer Bumiayu-Semarang, ini 11 hari perjalanannya. Kami itu pesannya sama, menuntut pemekaran Kabupaten Brebes ini ԁiparipurnakan di DPRD provinsi. Kalau enggak ada jalan kaki, enggak ada perhatian dari pemerintah,” ujar Agus.
BACA JUGA: Tanggapi Wacana Pemekaran Brebes Selatan, Ahmad Luthfi: Itu Kewenangan Pusat, Tanya ke DPR
Menurutnya, dorongan pemekaran tidak lepas dari persoalan akses pelayanan publik yang masih menjadi kendala utama bagi warga di wilayah selatan Brebes.
Ia menyebut warga harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam hanya untuk mencapai pusat pemerintahan di Brebes Utara.
“Jarak ke pusat pemerintahan itu bisa 2 sampai 4 jam. Itu menjadi salah satu persoalan utama bagi masyarakat di wilayah selatan,” tandas Agus. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





