Menyapa Nusantara

Kisah Inspiratif Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Merajut Mimpi di Balik Keterbatasan

×

Kisah Inspiratif Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas, Merajut Mimpi di Balik Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat Banyumas
Siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Banyumas mengerjakan tugas kelompok dalam kegiatan bersama kadet Universitas Pertahanan (Unhan) di Aula SRT 1 Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 15 Oktober 2026. (Foto: Antara/Sumarwoto)

Diva gemar menggambar karakter anime dan pemandangan. Kegemaran itu bahkan pernah ia manfaatkan untuk mencari uang saku tambahan dengan menjual hasil gambarnya demi membeli alat tulis. Kini, minatnya kian berkembang; selain menggambar, ia mulai menulis cerita pendek bergenre fantasi.

Namun, jauh di lubuk hatinya, Diva bercita-cita menjadi seorang desainer, membuka butik, serta merancang dan menjahit pakaian sendiri.

“Kalau ibu ingin membeli baju, saya ingin bisa mendesain dan menjahitnya sendiri. Selain lebih hemat, nantinya juga bisa menjadi usaha,” tuturnya.

Meski sempat kesulitan beradaptasi dengan rutinitas asrama dan hidup berjauhan dari orang tua, Diva kini merasa jauh lebih nyaman.

Dukungan teman-teman dan perhatian para pengasuh membuatnya lebih betah. Ia juga merasa lebih mudah memahami pelajaran di Sekolah Rakyat berkat cara penyampaian guru yang sabar.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Tampung Total 2.692 Murid, Tersebar ke 10 SR Permanen dan 6 SR Rintisan

Menemukan Kemandirian

Pengalaman adaptasi serupa ԁirasakan Aina Fathiyaturahma (13), siswi kelas 8-B yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat selama lebih dari setahun. Ayah Aina telah tiada, sementara sang ibu berjualan kue dan lauk-pauk.

Tinggal di asrama mengajarkan Aina arti kemandirian dan kedisiplinan. Ia mengaku bisa mengurangi kebiasaan bermain gawai dan lebih fokus belajar.

Di luar jam pelajaran, Aina menyimpan dua impian besar: menjadi atlet bola voli nasional, terinspirasi oleh Wilda Siti Nurfadila, dan seorang penulis novel.

Aina menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembangunan Sekolah Rakyat yang ԁinilainya sangat membantu anak-anak dari keluarga sederhana.

“Senang bisa lebih fokus belajar, mengurangi main HP, hidup mandiri, dan disiplin. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga kami bisa belajar dan memutus rantai kemiskinan,” ungkap Aina.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat Sambut 28.568 Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027, MPLS Digelar 4 Gelombang

Membangun Karakter dan Masa Depan