Meskipun sudah ramai dan banyak orang kenal, siapa sangka baru berdiri 18 Juni 2024 lalu? Syafiq menuturkan, ia mengawali bisnisnya hanya dengan tiga sepeda. Seiring berjalannya waktu, tiga sepeda terasa kurang untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Kini, kata Syafiq, Disaat Ngopi memiliki 12 unit sepeda.
“Kita mau jualan lebih luas lagi. Makanya kita bentuk salah satu kopi susu keliling, biar semua orang yang gak pernah atau gak ada waktu ke cafe, yang memang hidupnya lebih banyak di jalan, bisa merasakan kopinya kita,” tutur Syafiq.
Brand ternyata ‘anak’ dari coffee shop terkenal di Kota Semarang, apa itu?
Memiliki cita rasa kopi yang tak jauh berbeda dengan coffee shop, Syafiq mengaku brand ini merupakan anak dari salah satu coffee shop terkemuka di Kota Semarang, ialah Dikala Kopi. Ia pun mengaku peracik kopi starling ala Disaat Ngopi dilakukan oleh barista.
“Pengalaman kita dari coffee shop, standarnya sudah seperti standar coffee shop. Kopi yang fresh, itu memang standar kita,” ucap dia.
Menurutnya, bisnis kopi dengan metode starling ini jauh berbeda dengan coffee shop, utamanya dari biaya operasional.
“Kalau coffee shop kan bangunannya harus bagus, kalau ini [starling] kita cukup beli sepeda. Terus bikin kopi susu, cari orang, tapi tetap ya harus beserta standar service. Jadi memang kita punya standar service yang harus customer tau, kalau kopi kita fresh dari coffee shop,” ungkap Syafiq.
Bahkan, jika ada pembandingan antara starling dengan coffee shop, Syafiq menyebut perbandingan yang cukup signifikan dari segi biayanya.
“Kalau perbandingan modal antara starling dan coffee shop di Kota Semarang, lima sepeda starling itu setara satu coffee shop dari segi pemodalan. Dalam artian juga kita pakai cup yang berkualitas, kopi berkualitas, sepedanya juga berkualitas,” terang Syafiq.





