“Dikasih makanan sama teman-teman relawan, masyarakat, estafet-estafet juga itu. Yang ԁisampaikan warga saat lari itu, ‘Semangat’, ‘Cepat ԁidengarkan bapak gubernur’,” tutur Zainudin.
Di tengah perjalanan, Zainudin juga sempat memilih beristirahat dan tidur. Kondisi tubuhnya yang sempat terganggu membuatnya tidak ingin memaksakan diri.
Namun, pengalaman menghadapi kondisi serupa pada 2022 lalu membuat perjalanan kali ini memiliki cerita tersendiri bagi Zainudin. Saat itu ia mengaku sempat ԁirawat inap selama tiga hari lantaran mengalami masalah kesehatan yang cukup serius.
Dalam kesempatan itu, Zainudin turut menceritakan pengalaman yang menurutnya menjadi titik balik, hingga akhirnya terus menekuni olahraga lari.
Saat sakit, Zainudin mengaku pernah mendapat mimpi yang ia maknai sebagai pesan dari leluhur Gunung Lawu agar dirinya terus berolahraga.
“Kalau perjalanan kemarin sempat tidur, karena asam lambung naik, takutnya akut, seperti 2022 itu aku sakit paru dan asam lambung naik, aku sempat opnam tiga hari. Terus akhirnya dapat mimpi dari leluhurnya Lawu, aku ԁisuruh olahraga, makanya sampai sekarang jadi atlet lari,” tandas Zainudin. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





